Gempa Bumi
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Barat Daya Garut, Terasa hingga Pangalengan dan Kertasari
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (12/4/2025) pukul 13.54 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-tektonik-mengguncang-wilayah-barat-daya-Kabupaten-Garut.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (12/4/2025) pukul 13.54 WIB.
Gempa dengan magnitudo 2,6 ini berpusat di darat, sekitar 23 kilometer barat daya Kabupaten Garut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lokasi pusat gempa berada pada koordinat 7,26 Lintang Selatan dan 107,69 Bujur Timur.
Gempa bumi ini tepatnya di sekitar perbatasan wilayah Kecamatan Cisewu (Kabupaten Garut) dan Kecamatan Kertasari (Kabupaten Bandung).
Baca juga: Miris, Bocah 5 Tahun Dirudapaksa Ayah & Paman Kandung Secara Bergiliran, Kakeknya Diduga Terlibat
Kedalaman gempa sangat dangkal, hanya 7 kilometer.
Meskipun tergolong gempa kecil dari segi magnitudo, karena terjadi di kedalaman yang dangkal dan berdekatan dengan kawasan permukiman, getaran terasa cukup nyata di beberapa wilayah.
Getaran dirasakan pada skala III MMI (Modified Mercalli Intensity) di beberapa daerah, antara lain:
- Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung
- Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya
- Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung
Pada skala III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas.
Warga di sejumlah titik menyebut guncangan berlangsung singkat, namun cukup mengejutkan karena datang tiba-tiba.
Kedalaman Dangkal, Dampak Terasa
Gempa dengan kedalaman hanya 7 kilometer masuk dalam kategori gempa dangkal.
Pada gempa dangkal, meskipun magnitudonya kecil, getaran cenderung terasa lebih kuat karena energi seismik langsung menjalar ke permukaan tanpa banyak redaman oleh lapisan bumi.
Kawasan selatan Garut dan Bandung, termasuk Pangalengan dan Kertasari, merupakan wilayah yang berada di zona sesar lokal aktif.
Struktur geologi pegunungan dan kontur tanah yang tidak stabil ikut memperkuat efek gempa meskipun skalanya kecil.
Tidak Berpotensi Tsunami dan Belum Ada Laporan Kerusakan
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusatnya berada di darat dan kekuatannya tergolong rendah.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa dari warga sekitar.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.
"Kami harap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Pantau informasi melalui kanal resmi BMKG," demikian imbauan tertulis dari lembaga tersebut. (*)