Ditampar Kades Gorontalo
Kesal Diteriaki 'Janji Palsu', Kades Buhu Gorontalo Tampar Warganya di Kantor Desa
Kepala Desa Buhu, Mohamad Daud Adam, diduga menampar seorang warganya sendiri.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KADES-TAMPAR-WARGA-Kepala-Desa-Kades-Buhu-Telaga-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kepala Desa Buhu, Mohamad Daud Adam, diduga menampar seorang warganya sendiri.
Hal itu gara-gara sang kades diteriaki dengan kalimat "janji palsu" saat mediasi.
Kejadian ini terkonfirmasi terjadi di Kantor Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Kamis malam (3/4/2025).
Informasi dugaan kekerasan itu mencuat di media sosial dan dikonfirmasi langsung oleh Danial Hasan (56), ayah dari korban.
Sebagai informasi, korban bernama Djakaria Hasan (23).
Baca juga: Ekonom Muda Gorontalo Inkrianto Mahmud Ingatkan Risiko Tarik Dana dari Bank SulutGo
Menurut Danial, insiden bermula ketika mereka diundang untuk menghadiri mediasi di Kantor Desa Buhu terkait satu persoalan.
Setelah mediasi selesai, Danial dan keluarganya berpamitan untuk pulang.
“Saya sudah pamit mau pulang, tapi ditahan oleh kades. Dia bilang ada soal bantuan yang mau dibicarakan,” kata Danial.
Dalam suasana itu, tiba-tiba Djakaria yang berada di dekat jendela kantor desa menyela dengan berteriak.
"Jangan hanya janji palsu!" yang ditujukan kepada Mohamad Daud Adam.
Pernyataan itu diduga langsung memicu amarah kepala desa hingga menyebabkan penganiayaan itu terjadi.
“Saya lihat anak saya ditahan Kadus, tapi kades terus menyerang. Kakaknya datang melerai dan menahan kades,” ungkap Danial.
Namun insiden tidak berhenti di situ. Setelah sempat diminta pulang, Djakaria kembali dipanggil masuk ke dalam kantor desa oleh Mohamad Daud Adam untuk meminta maaf.
“Dia dipanggil lagi. Katanya suruh masuk ke kantor untuk minta maaf. Tapi bukannya dimaafkan, malah dipukul lagi,” ujar Danial.
Menurut Danial, anaknya ditampar dua kali dan dipukul di bagian perut.
Ia mengaku sempat meminta maaf kepada kepala desa atas keributan tersebut, namun permintaan itu ditolak.
Tak hanya kekerasan fisik, Danial mengaku keluarganya juga menerima ancaman dari Mohamad Daud Adam.
“Dia bilang, kalau kami ada keperluan di desa, silakan urus di desa lain. Kami juga akan dikeluarkan dari daftar bantuan,” tutur Danial.
Lebih lanjut, kades itu juga diduga mengucapkan ancaman serius terhadap keselamatan mereka.
“Dia bilang, kalau saya bunuh kalian di sini juga boleh. Silakan lapor,” tegas Danial menirukan.
Atas insiden itu, Danial dan keluarganya telah melaporkannya ke Polsek Telaga Jaya.
Saat dikonfirmasi di rumah pribadinya, Mohamad Daud Adam membantah tudingan telah mengancam warganya.
“Saya tidak pernah mengancam seperti itu,” ucapnya.
Namun, Mohamad Daud Adam mengakui bahwa ia sempat menampar Djakaria.
Menurutnya, tindakan itu merupakan reaksi spontan karena merasa dihina secara langsung.
“Saat saya tegur, dia malah memperlihatkan wajahnya seakan menantang untuk dipukul. Refleks saya tampar pipi kirinya,” ujarnya.
Ia juga mengklaim sempat mendapat tamparan balik dari Djakaria.
“Anak itu melawan. Saya juga sempat ditampar,” kata Mohamad Daud Adam.
Kepala desa itu mengatakan telah berupaya meminta maaf dengan datang ke rumah Danial, namun hanya bertemu dengan istrinya karena Danial tidak berada di rumah.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat Polsek Telaga Jaya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.