Berita Viral
Dua Dokter Residen di Unpad Viral Gegara Nekat Rudapaksa Keluarga Pasien Pakai Obat Bius
Dua orang dokter residen anestesi di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Tengah terbukti melakukan tindakan asusila.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dua orang dokter residen anestesi di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Tengah terbukti melakukan tindakan asusila.
Tindakan tersebut adalah rudapaksa yang dilakukan kepada keluarga pasien.
Agar keluarga pasien tak sadar, dokter ini sengaja memberikan obat bius.
Alhasil tindak asusila yang dilakukan oleh kedua dokter ini viral di media massa.
Baca juga: Kursi Komisaris Gorontalo di BSG Terancam Tergeser?
Bahkan kata kunci 'PPDS' yang mengarah ke dokter residen menjadi kata pertama yang muncul.
Dilansir dari TribunJatim.com, Adapun pelaku diduga dokter anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS Universitas Padjadjaran (Unpad) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.
Kasus dugaan kekerasan seksual ini diunggah salah satunya oleh akun @txtdari**** yang membagikan tangkapan layar pesan WhatsApp kepada seorang dokter.
Pesan tersebut berisi laporan dugaan tindak kekerasan seksual yang dilakukan dua dokter residen di RSHS kepada keluarga pasien.
"Selamat malam dok. Maaf mengganggu. Dok, saya dapat informasi ada 2 residen anestesi Unpad melakukan pemerkosaan ke penunggu pasien (menggunakan obat bius, ada bukti CCTV lengkap)," bunyi pesan dalam tangkapan layar tersebut, Selasa (7/4/2025).
Baca juga: Prabowo Siap Tampung Warga Palestina ke Indonesia, akan Dikembalikan saat Kondisi Gaza Memungkinkan
Kepala Kantor Hubungan Masyarakat (Humas) Unpad, Dandi Supriadi mengonfirmasi kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu mahasiswanya.
"Benar, ada insiden yang diduga melibatkan satu orang residen (bukan dua) yang merupakan mahasiswa kami," kata Dandi saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (9/4/2025).
Unpad dan RSHS telah menerima laporan pelecehan seksual tersebut.
Pelaku pemerkosa adalah mahasiswa peserta PPDS Fakultas Kedokteran Unpad.
Dia melakukan tindak pemerkosaan kepada anggota keluarga pasien di area rumah sakit RSHS pada pertengahan Maret 2025.
"Unpad dan RSHS mengecam keras segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, yang terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan dan akademik," bunyi pernyataan resmi Kantor Komunikasi Publik Unpad.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: 30 Saksi Disiapkan JPU hingga Kantor DPRD Kota Gorontalo Sepi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdfbgrytjytu.jpg)