Rabu, 4 Maret 2026

Ketupat Gorontalo

140 Perahu Hias Warnai Perairan Leato dalam Gebyar Ketupat Gorontalo

Gebyar Ketupat di Olalalo, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, sukses mencuri perhatian dengan berbagai lomba seru dan atr

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 140 Perahu Hias Warnai Perairan Leato dalam Gebyar Ketupat Gorontalo
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
GEBYAR KETUPAT - Suasana lomba gebyar ketupat di Ololalo, Leato Selatan Kota Gorontalo, Senin (07/4/2025). Tampaknya perahu hias dan racing bahari memeriahkan gebyar ketupat di Kota Gorontalo. Foto (Arianto Panambang). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Gebyar Ketupat di Olalalo, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, sukses mencuri perhatian dengan berbagai lomba seru dan atraksi pantai yang unik, Senin (07/4/2025).

Pantauan TribunGorontalo.com, lautan tawa, semangat kompetisi, dan nuansa tradisi menyatu dalam Gebyar Ketupat Bahari yang digelar di pesisir Olalalo.

Untuk pertama kalinya, perayaan Lebaran Ketupat ini dikolaborasikan penuh antara Dinas Pariwisata Kota Gorontalo dan para remaja pemuda Olalalo.

Sebanyak 140 perahu hias menjadi sorotan utama dalam event bertajuk Wali Kota Cup.

Masing-masing perahu tampil memikat dengan ragam ornamen laut seperti hiu paus, ikan tuna, hingga tulisan kreatif seperti "Torang Bekeng Bae".

Warna-warni bendera menciptakan panorama semarak di atas perairan Kota Gorontalo.

Para peserta berlayar dari Olalalo, menuju Kurenai, melewati Pelabuhan Gorontalo dan Tangga Dua Ribu, lalu kembali ke Olalalo sebagai garis akhir.

Tak hanya parade laut, berbagai lomba pantai juga menjadi daya tarik tersendiri.

Lomba perahu racing bahari yang terbagi dalam dua kategori—standar dan mini—disambut antusias warga.

Suara deru mesin perahu dan sorak-sorai penonton mengiringi setiap tikungan tajam di tengah laut.

Selain itu, panitia juga menyediakan lomba gendong istri, panjat pisang, tarik tambang pala perahu, hingga lomba cukur kelapa yang tak kalah meriah.

Wakil Ketua Panitia, Junaidi Enani, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan warga pesisir.

"Ada 140 perahu hias ikut serta. Lomba racing dibagi dua kategori, mini dan standar, berlangsung hingga pukul tiga sore. Lanjut dengan lomba panjat pisang dan games lainnya hingga pukul lima," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Gorontalo, Zamroni Agus, menyebut gebyar ketupat bahari ini adalah langkah baru dalam pengembangan potensi wisata berbasis tradisi lokal.

"Ini pertama kalinya kami berkolaborasi dengan pemuda Olalalo, padahal mereka sudah 25 tahun rutin menggelar acara ini. Kami hanya mendukung karena ini unik—berbasis laut dan punya daya tarik kuat," ujarnya.

Zamroni juga mengungkapkan bahwa total hadiah yang disiapkan mencapai puluhan juta rupiah, berupa uang tunai dan hadiah barang.

Pemerintah Kota berharap kolaborasi ini akan terus berlanjut dan diperluas ke wilayah pesisir lain seperti Tamboo.

"Insya Allah tahun depan kita akan buat lebih besar, lebih variatif, dan lebih banyak titik perayaan," pungkas Zamroni.

Rencana Ketupat jadi Event Pariwisata

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, berencana mengembangkan tradisi ketupat di Gorontalo menjadi event pariwisata.

Hal ini disampaikan Gusnar saat menghadiri Gebyar Ketupat di Desa Yosonegoro, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin (7/4/2025).

Gebyar yang juga dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syaidah, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, serta Forkopimda kabupaten dan provinsi tersebut berlangsung meriah.

Sejumlah kegiatan mewarnai agenda itu, termasuk doa bersama, makan ketupat, dan penampilan seni budaya dari pemuda-pemudi Jawa Tondano (Jaton).

Dalam sambutannya, Gusnar menyebutkan bahwa perayaan ini bukan hanya ajang silaturahmi.

Lebih dari itu, menurut dia tradisi ini juga momentum kolaborasi dan bukti eratnya persaudaraan masyarakat di Gorontalo.

"Perayaan ini sebagai momentum kolaborasi dan momentum yang menunjukan kita semua bersaudara," ujar Gusnar.

Menurut Gusnar, tradisi ketupat merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman.

Ia menegaskan akan mendorong tradisi ini ke tingkat yang lebih tinggi sebagai bagian dari promosi budaya daerah.

"Insyaallah, salah satu tradisi yang ada di Gorontalo ini akan menjadi event pariwisata yang kita kembangkan untuk dikenal semua orang," ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved