Ketupat Gorontalo
Tiket Masuk Gratis! Persiapan Gebyar Ketupat di Yosonegoro Gorontalo Sudah 85 Persen
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2025, dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERSIAPAN-KETUPAT-GORONTALO-Kepala-Desa-Yosonegoro-Isa-A-Hanapi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Persiapan ajang Karapan Sapi dan Pacuan Kuda dalam rangka perayaan Ketupat di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, telah mencapai 85 persen.
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2025, dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis.
Kepala Desa Yosonegoro, Isa A Hanapi, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat dan peserta tahun ini sangat tinggi.
Ia memperkirakan akan ada sekitar 70 pasang gerobak sapi dan 40 ekor kuda yang ikut bertanding dalam event budaya tersebut.
“Alhamdulillah, persiapan sudah hampir rampung. Tinggal sedikit pembenahan teknis di lapangan,” ujar Isa, Jumat (4/4/2025).
Kompetisi roda sapi akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.
Sebanyak 20 pasang gerobak berasal dari Manado, sementara sisanya dari berbagai wilayah di Gorontalo.
Sedangkan peserta pacuan kuda berasal dari dalam maupun luar daerah.
Event ini kembali mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk dalam bentuk anggaran penyelenggaraan.
Salah satu kebijakan menarik adalah tidak dipungutnya tiket masuk dan sewa lapak dagangan.
“Pemprov Gorontalo memutuskan untuk menggratiskan semua akses bagi penonton dan pedagang. Sementara parkir akan dikelola oleh desa,” jelas Isa.
Tradisi karapan sapi dan pacuan kuda ini merupakan warisan budaya yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat, khususnya komunitas Jawa Tondano di Yosonegoro.
Sebagai bentuk apresiasi, pemenang kejuaraan akan memperebutkan Piala Gubernur dengan total hadiah mencapai Rp 100 juta.
Namun hingga saat ini, panitia belum merinci pembagian hadiah per kategori.
Ajang ini diharapkan mampu menghibur masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal, terutama perdagangan dan pariwisata.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahannya, acara akan berlangsung di Jl Ichsan Suratinoyo, Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Adapun pada gelaran tersebut, akan ada gerai UMKM hingga pos kesehatan.
“Kami berharap masyarakat yang datang bisa menyambangi tenda-tenda UMKM," kata Staf Ahli Gubernur Gorontalo Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Masran Rauf.
Masran menyebut bahwa Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail berharap perayaan ketupat ini juga akan memicu semangat daripada UMKM melalui masing-masing OPD yang akan bertanggung jawab.
"Sehingga kita bisa saling memberikan manfaat,” ungkap Masran usai Rapat Persiapan Gebyar Ketupat Tahun 2025, di Ruang Huyula, Gubernuran, Kamis (20/3/2025).
Gelar UMKM yang akan disediakan oleh setiap OPD Pemprov Gorontalo ini berlokasi di area parkir arena pacuan kuda Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto.
Sedangkan untuk pos kesehatan tersebar pada beberapa titik diantaranya Pasar Yosonegoro, Masjid Al-Maghfirah Reksonegoro, Kompleks Toko Bangunan Setia Mandiri pada hari H , dan lokasi pacuan kuda selama tiga hari.
Tidak hanya datang berkunjung, masyarakat diharapkan bisa menikmati beragam produk lokal UMKM yang ditawarkan.
Gelar UMKM ini juga menjadi ajang promosi untuk membantu masyarakat memperkenalkan produk-produk pelaku usaha melalui OPD.
Sementara keberadaan pos kesehatan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang datang untuk merayakan Gebyar Ketupat, sekaligus memberikan akses kesehatan yang mudah dan cepat bagi masyarakat setempat.
“Jadi momen ketupat itu ada layanan kesehatan jika masyarakat membutuhkan. Ada empat titik mulai dari pasar Yosonegoro, kemudian di lokasi ketupat,” kata Masran.
Pelaksanaan Gebyar Ketupat nanti akan diawali dengan doa syukuran di Masjid Al-Magfirah Desa Reksonegoro pada pukul 09.00-11.00 Wita.
Kemudian dilanjutkan dengan pagelaran seni Jaton, ramah tamah serta Halalbihalal antara Forkopimda dan Masyarakat Jaton. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.