Ketupat Gorontalo
Gebyar Ketupat Gorontalo di Yosonegoro Bakal Diikuti 70 Gerobak Sapi dan 40 Kuda
Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat ini akan digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2025.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ajang pacuan kuda dan karapan sapi siap kembali memeriahkan perayaan ketupat di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat ini akan digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2025.
Kepala Desa Yosonegoro, Isa A Hanapi, menyebutkan bahwa persiapan menjelang acara sudah mencapai 85 persen.
Ia mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dan peserta sangat tinggi tahun ini.
Kompetisi roda sapi akan diramaikan oleh peserta dari berbagai daerah.
Tercatat, 20 pasang gerobak berasal dari Manado, sementara 50 pasang lainnya datang dari berbagai wilayah di Gorontalo.
Sementara itu, pacuan kuda akan diikuti oleh 40 ekor kuda, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Alhamdulillah, persiapan untuk pacuan kuda dan roda sapi sudah hampir selesai. Diperkirakan ada sekitar 70 pasang gerobak sapi dan 40 ekor kuda yang akan bertanding,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (4/4/2025).
Menurut Hanapi, terakhir kali event ini digelar secara resmi adalah pada 2019.
Meski sempat ada kegiatan serupa pada 2021, saat itu sifatnya lokal dan tanpa dukungan pemerintah.
Kini, di tahun 2025, Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali mengucurkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan acara.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan akan digelar tanpa pungutan biaya bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, Pemprov Gorontalo memutuskan untuk menggratiskan akses masuk bagi penonton, termasuk lapak-lapak untuk pedagang. Sedangkan parkir akan dikelola langsung oleh desa,” jelas Hanapi.
Ia berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan dan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghibur, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
“Pacuan ini sudah menjadi tradisi turun-temurun, terutama bagi komunitas Jawa Tondano di Yosonegoro. Setelah perayaan ketupat, masyarakat biasanya langsung menggelar pacuan roda sapi dan pacuan kuda,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PACUAN-KUDA-Suasana-lintasan-pacuan-kuda-dan-karapan-sapi-di-Desa-Yosonegoro.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERSIAPAN-KETUPAT-GORONTALO-Kepala-Desa-Yosonegoro-Isa-A-Hanapi.jpg)