Sabtu, 9 Mei 2026

Harga Bahan Pokok

Harga Daging Ayam di Telaga Gorontalo Meningkat, Jelang Tradisi Hari Ketupat

Tradisi ketupat di Gorontalo merupakan sebuah perayaan yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya keturunan Jawa-Tondano pada hari ke-8 bulan Syawal.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Harga Daging Ayam di Telaga Gorontalo Meningkat, Jelang Tradisi Hari Ketupat
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
HARGA DAGING AYAM--Harga daging ayam di pasar Telaga, Kabupaten Gorontalo Gorontalo naik cukup signifikan. Untuk harga daging ayam saat ini berkisar Rp31 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp26-Rp27 ribu per kilogram.Sementara untung ayam per ekornya dijual dengan harga Rp60 ribu, Jumat (4/4/2025). Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo--Tradisi ketupat di Gorontalo merupakan sebuah perayaan yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya keturunan Jawa -Tondano pada hari ke-8 bulan Syawal.

Menjelang tradisi ketupat Harga dagin ayam mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Salah satu pedagang Fikran Hanusi mengatakan bahwa kenaikan Harga ayam ini melonjak sejak H-1 lebaran hingga saat ini.

"Sehari sebelum lebaran itu, daging ayam naik sekali hingga sekarang," ungkapnya kepada Tribun Gorontalo, Jumat (4/4/2025).

Ia menuturkan bahwa pada saat bulan Ramadan, Harga daging ayam memang mengalami kenaikan. Namun, justru yang paling tinggi saat menjelang lebaran Idulfitri.

"Memang puasa dia jaga naik, tapi tidak setinggi jelang lebaran ini," bebernya.

Baca juga: Bawaslu Gorontalo Utara Mantapkan Pengawasan Jelang Masa Kampanye PSU 19 April

Untuk harga daging ayam saat ini berkisar Rp31 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp26-Rp27 ribu per kilogram.

Sementara untung ayam per ekornya dijual dengan harga Rp60 ribu.

Meskipun harga daging ayam meningkat, kata Fikran pembeli masih cukup banyak.

Hanya saja mereka mengeluh harga daging sangat mahal.

"Soal pembeli tetap banyak tapi tetap mereka mengeluh, mereka kaget harga yang biasa mereka beli segini tiba-tiba naik drastis," katanya.

Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi pedagang adalah menjual harga daging ayam yang cukup tinggi kepada masyarakat.

"Jadi kita tetap kesulitan jual daging ayam karena masyarakat kaget," ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa harga ayam ini naik dikarenakan pengambilan juga tinggi sehingga mereka pedagang mau tidak mau harus menyesuaikan harga.

Baca juga: Isak Tangis Pedagang Korban Kebakaran Pasar Lolak Sulut, Kehilangan Usaha Sekaligus Tempat Tinggal

Harga Cabai Melambung Tinggi di Pasar Telaga, Gorontalo Meski Ada Penurunan Pasca Lebaran 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved