Sabtu, 7 Maret 2026

Idulfitri 2025

Melihat Tradisi Tumpuk Uang saat Salat Idulfitri di Sinombayuga Bolmong Selatan Sulut

Melihat tradisi tumpuk uang di depan mimbar saat Idulfitri Desa Sinombayuga, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Melihat Tradisi Tumpuk Uang saat Salat Idulfitri di Sinombayuga Bolmong Selatan Sulut
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
SALAT IDULFITRI : Potret tumpukan uang di depan mimbar saat khotbah salat Idulfitri di Desa Sinombayuga, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara Senin (31/3/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Melihat tradisi tumpuk uang di depan mimbar saat Idulfitri Desa Sinombayuga, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara

Usai menunaikan salat Idulfitri, biasanya masyarakat akan melempar uang di depan mimbar.

Sebagian besar adalah uang kertas pecahan Rp 1.000 - 5.000. 

Sebagian yang melempar adalah para jamaah yang dekat dengan mimbar, antara saf pertama sampai ketiga. 

Jamaah yang berada di bagian belakang biasanya dikumpul oleh petugas lain.

Para petugas membawa sejadah dan berjalan menyusuri saf-saf jamaah. 

Setelah terkumpul, uang tersebut akan ditumbuk di depan mimbar tempat naik imam khatib. 

Kebiasaan ini juga terlihat saat pelaksanaan salat Iduladha.

Rupanya tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan masih dipertahankan hingga saat ini. 

Kades Sinombayuga, Khairun Naus menjelaskan, uang tersebut bukanlah zakat fitrah melainkan sedekah. 

"Ini adalah sedekah yang tidak wajib. Bentuk rasa syukur telah selesai menunaikan ibadah puasa," ungkapnya, Senin (31/3/2025).

Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan kata Khairun saat ia kecil kebiasaan tersebut sudah ada. 

"Jadi bukan baru-baru ini," imbuhnya. 

Menurut informasi, uang yang terkumpul nanti akan disisihkan kas masjid dan sebagiannya untuk para petugas pelaksana salat Idulfitri seperti khatib, imam dan bilal. 

Uang yang terkumpul jumlahnya relatif, paling banyak ketika salat Idulfitri / Iduladha saat masyarakat sedang panen cengkih. 

"Biasanya saat musim sulit begini, yang terkumpul juga tidak banyak. Tapi kalau saat masyarakat sedang panen (cengkeh), paling banyak itu Rp 10.000 ke atas," pungkasnya. (*/Jian) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved