Sabtu, 7 Maret 2026

Adat dan Budaya Gorontalo

Hikmat! Warga Gorontalo Gelar Tradisi Dua lo Lipu, Doa Bersama Usai Salat Idul Fitri

Dua lo Lipu merupakan doa adat untuk keselamatan negeri dan digelar pagi tadi usai salat Idul Fitri di Masjid Baiturrahim, Senin (31/3/2025).

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Hikmat! Warga Gorontalo Gelar Tradisi Dua lo Lipu, Doa Bersama Usai Salat Idul Fitri
FOTO: Rosyid Azhar, Kompas.com
DUA LO LIPU -- Prosesi tradisi Dua lo Lipu digelar usai salat Idul Fitri 1446 di Masjid Baiturahhim Kota Gorontalo. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Gorontalo masih menjaga nilai-nilai adat dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Prosesi ini diharapkan terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya daerah. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloMasyarakat Gorontalo kembali menggelar tradisi sakral Dua lo Lipu.

Ini merupakan doa adat untuk keselamatan negeri dan digelar pagi tadi usai salat Idul Fitri di Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, Senin (31/3/2025). 

Tradisi yang diwariskan sejak era Kerajaan Gorontalo ini dipimpin oleh KH Abd Rasyid Kamaru, seorang Qadhi, pemimpin agama dalam struktur adat Gorontalo.

Baca juga: Lebaran Idul Fitri Bersama Gubernur Gorontalo di Rujab, Warga dan Pejabat Ramai Bertamu

Dua lo Liput juga dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, pejabat pemerintahan, dan ratusan jamaah.

Doa Sakral untuk Negeri

Dalam prosesi Dua lo Lipu, jamaah memanjatkan doa dengan khusyuk, memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Doa ini juga menjadi momentum untuk meminta perlindungan serta petunjuk dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan keamanan di Gorontalo.

“Dua lo lipu merupakan tradisi turun temurun yang kami warisi dari leluhur, sejak era Kerajaan Gorontalo hingga sekarang,” kata Daud T Hau salah seorang wu’u atau pembantu pemangku adat (bate) Gorontalo.

Baca juga: Wagub Gorontalo Idah Syahidah Salat Idul Fitri 1446 H di Masjid Keluarga

Gubernur Gusnar Ismail yang hadir dalam prosesi tersebut mengapresiasi tradisi ini sebagai bentuk harmoni antara adat dan agama yang masih kuat di Gorontalo.

Apalagi, tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga wujud kepedulian kita terhadap negeri dan rakyat.

Filosofi Kepemimpinan dalam Dua lo Lipu

Tradisi Dua lo Lipu tidak hanya sekadar doa, tetapi juga mencerminkan filosofi kepemimpinan Gorontalo yang dikenal dengan konsep Buatulo Tou Longo atau Tiga Tali Serangkai.

Konsep ini merupakan pilar kepemimpinan dalam adat Gorontalo, yang terdiri dari:

• Buatulo Bubato – Pemimpin dalam bidang pemerintahan.

• Buatulo Syara’ – Pemimpin dalam bidang agama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved