Adat dan Budaya Gorontalo
Hikmat! Warga Gorontalo Gelar Tradisi Dua lo Lipu, Doa Bersama Usai Salat Idul Fitri
Dua lo Lipu merupakan doa adat untuk keselamatan negeri dan digelar pagi tadi usai salat Idul Fitri di Masjid Baiturrahim, Senin (31/3/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DUA-LO-LIPU-Prosesi-tradisi-Dua-lo-Lipu-digelar-usai-salat-Idul-Fitri-1446.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Masyarakat Gorontalo kembali menggelar tradisi sakral Dua lo Lipu.
Ini merupakan doa adat untuk keselamatan negeri dan digelar pagi tadi usai salat Idul Fitri di Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, Senin (31/3/2025).
Tradisi yang diwariskan sejak era Kerajaan Gorontalo ini dipimpin oleh KH Abd Rasyid Kamaru, seorang Qadhi, pemimpin agama dalam struktur adat Gorontalo.
Baca juga: Lebaran Idul Fitri Bersama Gubernur Gorontalo di Rujab, Warga dan Pejabat Ramai Bertamu
Dua lo Liput juga dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, pejabat pemerintahan, dan ratusan jamaah.
Doa Sakral untuk Negeri
Dalam prosesi Dua lo Lipu, jamaah memanjatkan doa dengan khusyuk, memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT.
Doa ini juga menjadi momentum untuk meminta perlindungan serta petunjuk dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan keamanan di Gorontalo.
“Dua lo lipu merupakan tradisi turun temurun yang kami warisi dari leluhur, sejak era Kerajaan Gorontalo hingga sekarang,” kata Daud T Hau salah seorang wu’u atau pembantu pemangku adat (bate) Gorontalo.
Baca juga: Wagub Gorontalo Idah Syahidah Salat Idul Fitri 1446 H di Masjid Keluarga
Gubernur Gusnar Ismail yang hadir dalam prosesi tersebut mengapresiasi tradisi ini sebagai bentuk harmoni antara adat dan agama yang masih kuat di Gorontalo.
Apalagi, tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga wujud kepedulian kita terhadap negeri dan rakyat.
Filosofi Kepemimpinan dalam Dua lo Lipu
Tradisi Dua lo Lipu tidak hanya sekadar doa, tetapi juga mencerminkan filosofi kepemimpinan Gorontalo yang dikenal dengan konsep Buatulo Tou Longo atau Tiga Tali Serangkai.
Konsep ini merupakan pilar kepemimpinan dalam adat Gorontalo, yang terdiri dari:
• Buatulo Bubato – Pemimpin dalam bidang pemerintahan.
• Buatulo Syara’ – Pemimpin dalam bidang agama.