Batik Air Batal Berangkat
Keberangkatan Pesawat Batik Air Delay 8 Jam, 139 Penumpang Gorontalo ke Jakarta Tertahan
Lebih dari 100 penumpang di Bandara Djalaludin Gorontalo mengalami keterlambatan keberangkatan menuju Jakarta kaena adanya kerusakan teknis
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/rhrykj5rtykytj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebanyak 139 penumpang di Bandara Djalaludin Gorontalo harus mengalami keterlambatan penerbangan menuju Jakarta setelah pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6243 mengalami kendala teknis.
Pesawat yang dijadwalkan berangkat pada pukul 08.40 WITA terpaksa tertunda hingga delapan jam akibat kerusakan pada sistem hidrolik.
Keterlambatan ini baru diinformasikan kepada penumpang sekitar pukul 10.00 WITA, sehingga menimbulkan kekecewaan.
Baca juga: Buruh Pabrik Jadi Korban Begal saat Mudik, Diikuti Sejak Keluar ATM, HP dan Uang Tunai Raib
Salah satu penumpang, Mas Udin, mengaku kecewa karena tidak adanya pemberitahuan lebih awal dari pihak maskapai.
“Seharusnya jam 8.10 WITA kita berangkat menuju Jakarta menggunakan Batik Air. Tapi tidak ada pemberitahuan dari maskapai kalau pesawat rusak, kami baru tahu nanti jam 10.00 WITA,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (30/3/2025).
Kata Udin pesawat Batik Air masih menunggu kedatangan pesawat Lion Air pada pukul 14.00 WITA.
Proses perbaikan pesawat yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu jam membuat keberangkatan baru bisa dilakukan sekitar pukul 16.00 WITA.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Ternate - Bitung April 2025: KM Dorolonda, KM Sangiang, Tatamailau, KM Nggapulu
Namun, yang menjadi sorotan udin adalah kompensasi yang diberikan oleh pihak maskapai kepada penumpang yang tertunda
Para penumpang hanya diberikan dua bungkus biskuit dan satu gelas air mineral sebagai bentuk kompensasi.
Hal ini menambah kekecewaan mereka yang harus menunggu berjam-jam di bandara tanpa kepastian yang jelas sejak pagi.
Menanggapi hal ini Kepala Bandara Djalaludin Gorontalo, Joko Harjani mengatakan pesawat Batik Air mengalami kebocoran hidrolik yang memerlukan penggantian sparepart.
Baca juga: 50 Ucapan IdulFitri Singkat dan Bermakna, Cocok Dibagikan Ke Orang Terdekat Termasuk Orangtua
Komponen pengganti tersebut didatangkan dari Makassar menggunakan pesawat Lion Air yang baru tiba pada pukul 14.00 WITA.
Setelah proses perbaikan yang diperkirakan berlangsung satu jam, keberangkatan pesawat baru bisa dilakukan sekitar pukul 16.00 WITA.
Sementara itu, penumpang yang terdampak diberikan kompensasi oleh maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada awalnya, penumpang hanya menerima dua bungkus biskuit dan satu gelas air mineral, yang memicu keluhan karena harus menunggu lama di bandara.
Baca juga: Harga BBM di Seluruh Indonesia Resmi Turun pada Minggu 30 Maret 2025, Gorontalo Rp10 Ribu
Namun, kata Joko Harjani sesuai regulasi delay penerbangan, pihak maskapai juga memberikan makanan ringan, makanan berat, serta kompensasi uang sebesar Rp 300 ribu untuk setiap penumpang.
Dari laporan Bandara Djalaludin Gorontalo, keterlambatan penerbangan ini disebabkan oleh kendala teknis yang memerlukan pergantian komponen hidrolik yang harus dikirim dari luar daerah. (*)