Gempa Myanmar
144 Korban Tewas dalam Gempa Magnitudo 7,7 di Myanmar
Sebanyak 144 korban tewas dalam gempa bumi magnitudo 7,7 di Myanmar pada Jumat (28/3/2025).
Awalnya, National Institute of Emergency Midicine Thailand melaporkan bahwa jumlah pekerja kontruksi yang masih terjebak sebanyak 70 orang, dikutip dari Architectsjournal.co.uk.
Namun wakil PM Thailand melaporkan bahwa jumlah pekerja yang hilang bertambah menjadi 81 orang.
Pemerintah Thailand mengatakan pihaknya sedang mengoordinasikan tanggapan darurat di lokasi kejadian, dikutip dari BBC.
Dalam pernyataan daring, disebutkan bahwa mereka telah memerintahkan mobilisasi tim pencarian dan penyelamatan, dan pusat-pusat penanggulangan bencana telah diperintahkan untuk menyiapkan peralatan dan mesin bantuan.
Menurut Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Somsak Thepsuthin, ada sekitar 409 orang yang bekerja di lokasi tersebut saat runtuh.
Tiga orang yang berada di reruntuhan gedung dilaporkan tewas.
Sementara itu, Suara sirene bergema di seluruh pusat kota Bangkok dan kendaraan memenuhi jalan, membuat beberapa jalan di kota yang sudah padat itu macet total.
Sistem angkutan cepat dan kereta bawah tanah ditutup, dikutip dari Le Monde.
Balai kota menyatakan kota itu sebagai daerah bencana untuk memfasilitasi bantuan antarlembaga dan bantuan darurat.
Perdana Menteri Thailand juga mengumumkan keadaaan darurat di Bangkok.
Tidak hanya itu, ia juga menghentikan kunjungan resminya ke pulau selatan Phuket untuk mengadakan pertemuan darurat.
Shinawatra mengimbau kepada warga untuk tenang dan menghindari bangunan tinggi.
"Perdana Menteri akan segera kembali ke Bangkok dan mengimbau masyarakat untuk menghindari gedung-gedung tinggi, hanya menggunakan tangga, dan tetap tenang," kata kantor PM Thailand.
Departemen Pencegahan Bencana Thailand mengatakan gempa tersebut terasa di hampir seluruh wilayah negara tersebut.
Di daerah tujuan wisata di utara Chiang Mai, tempat listrik sempat padam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tangkap-layar-YouTube-Radio-Free-Asia-fff.jpg)