Jurnalis Wanita Dibunuh
Sosok Kelasi J Oknum TNI AL Diduga Pembunuh Juwita Jurnalis Banjarbaru, Disebut Calon Suami Korban
Misteri penyebab kematian Juwita, jurnalis Banjarbaru akhirnya mulai terungkap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Juwita-seorang-jurnalis-media-online-meninggal-di-jalan-arah-ke-Kiram-banjarbaru.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Misteri penyebab kematian Juwita, jurnalis Banjarbaru akhirnya mulai terungkap.
Juwita mulanya diduga mengalami kecelakaan tunggal kini ternyata korban pembunuhan.
Pembunuh Juwita adalah pacar korban yang berstatus anggota TNI AL di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan.
Sosok pelaku diungkap oleh Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap.
Menurut Ronald, pembunuh Juwita dikenal sebagai Kelasi Satu J.
Pria berusia 23 tahun itu telah bertugas selama kurang lebih empat tahun.
Melansir dari Banjarmasinpost.co.id, Kelasi Satu J baru sebulan berdinas di Lanal Balikpapan.
Hubungan Kelasi J dan Juwita
Meski Lanal Balikpapan belum mengungkap status hubungan antara pelaku dan korban, namun rekan kerja hingga keluarga korban mengetahui bahwa pelaku dan korban berstatus pacaran. Bahkan Kelasi satu J akan menikahi korban dalam waktu dekat.
"Mereka berpacaran dan informasinya akan menikah dalam waktu dekat," ungkap Devi rekan kerja Juwita.
Sementara itu, saat dikonfirmasi soal status antara pelaku dan korban, pihak keluarga juga membenarkan bahwa hubungan keduanya memang berpacaran.
Diketahui, Juwita (22), jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) sebelumnya ditemukan tergeletak tak bernyawa di kawasan Gunung Kupang pada Sabtu (22/3/2025) ternyata merupakan korban pembunuhan.
Awalnya, Juwita diduga korban kecelakaan.
Namun belakangan banyak kejanggalan yang ditemukan dari kematian salah satu wartawati media online di Banjarbaru tersebut.
Saat disinggung terkait hubungan antara korban dengan pelaku, serta motif dugaan pembunuhan, Ronald mengaku masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
"Kami masih mendalami hubungan antara korban dan tersangka serta motif di balik kejadian ini. Kami mohon kesabaran rekan-rekan media, dan perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (26/3/2025) dikutip dari Tribunnews.