Rabu, 25 Maret 2026

Jurnalis Wanita Dibunuh

Sebelum Ditemukan Meninggal, Juwita Jurnalis Banjarbaru Sempat Janjian Bukber

Sebelum ditemukan tewas di tepi jalan menuju Gunung Kupang, Kota Banjarbaru, Sabtu (22/3/2025), Juwita ternyata sempat berkomunikasi dengan rekan-reka

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sebelum Ditemukan Meninggal, Juwita Jurnalis Banjarbaru Sempat Janjian Bukber
Kolase Tribun
JURNALIS WANITA DI BUNUH -- Kiri) Press konfrence terkait kasus pembunuhan, Rabu (26/3/2025) di Mako Lanal Balikpapan. (kanan) Juwita, jurnalis wanita tewas di tangan kekasihnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Misteri kematian jurnalis newsway.co.id, Juwita (25), semakin menyita perhatian publik.

Sebelum ditemukan tewas di tepi jalan menuju Gunung Kupang, Kota Banjarbaru, Sabtu (22/3/2025), Juwita ternyata sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya dan merencanakan buka puasa bersama (bukber).

Fakta ini menambah kejanggalan dalam kasus yang kini dikategorikan sebagai pembunuhan.

Sebab, tersangka tunangannya sendiri, Kelasi Satu J (23), anggota TNI Angkatan Laut (AL) dari Lanal Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca juga: Sosok Kelasi J Oknum TNI AL Diduga Pembunuh Juwita Jurnalis Banjarbaru, Disebut Calon Suami Korban

Percakapan Terakhir Sebelum Juwita Menghilang

Rekan kerja Juwita, Tenny, mengungkapkan bahwa korban masih aktif berkomunikasi melalui WhatsApp pada pagi hari sebelum akhirnya tidak merespons lagi.

"Sebelum kejadian, saya masih sempat bertukar pesan mengenai lokasi buka puasa bersama. Pukul 10.49 Wita, dia masih membalas pesan saya. Tapi ketika saya kirim lokasi pukul 12.01, pesan saya hanya centang dua dan tidak dibaca lagi," ungkapnya.

Saat mendengar kabar bahwa Juwita ditemukan tak bernyawa, Tenny mengaku langsung menuju lokasi dan merasa tidak percaya dengan kejadian tragis tersebut.

"Begitu mendapat kabar Juwita ditemukan tak bernyawa dan dibawa ke pemulasaraan jenazah, saya langsung meluncur ke lokasi dan benar Juwita sudah meninggal," jelasnya dengan nada pilu.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Jumat, 28 Maret 2025: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Dugaan Kecelakaan Berubah Jadi Pembunuhan

Pada awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelkaan tunggal.

Namun, hasil investigasi lebih lanjut menunjukkan indikasi kuat adanya tindakan kriminal.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap, mengonfirmasi bahwa Kelasi Satu J telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka pun telah diamankan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Balikpapan.

"Kami mengonfirmasi bahwa benar telah terjadi kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Lanal Balikpapan berinisial J terhadap saudari Juwita. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 22 Maret 2025, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan," ujar Mayor Laut Ronald dalam konferensi pers, Rabu (26/3/2025).

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Kendari - Gorontalo April 2025: Ada 1 Keberangkatan dengan KM Tilongkabila

Tersangka dan Korban Seharusnya Menikah Mei 2025

Fakta mengejutkan lainnya adalah hubungan dekat antara korban dan pelaku.

Juwita dan Kelasi Satu J diketahui telah bertunangan dan merencanakan pernikahan pada Mei 2025.

Selain bertugas sebagai anggota TNI AL, J juga masih berstatus sebagai mahasiswa semester akhir di Universitas Islam Kalimantan (Uniska).

Hingga kini, motif pembunuhan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

"Kami masih mendalami hubungan antara korban dan tersangka serta motif di balik kejadian ini. Kami mohon kesabaran rekan-rekan media, dan perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan," tambah Mayor Laut Ronald.

PWI Kalsel Siap Beri Pendampingan Hukum

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban jika dibutuhkan.

"Keluarga siap atau tidak didampingi oleh tim hukum PWI Kalimantan Selatan? Kalau siap, tentu kita akan menunjuk pengacara untuk mendampingi," kata Zainal Helmie.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara transparan.

"Kami akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa kasus ini ditangani dengan seadil-adilnya," ujarnya.

Hingga saat ini, penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan tragis ini.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved