Kamis, 12 Maret 2026

Berita Viral

Hendak ke Jakarta Temui Hotman Paris, Istri Kapolsek Negara Batin dan Aipda Petrus Dicegat Polisi

Saat istri dari mendiang Eks Kapolsek Negara Batin dan Aipda Petrus hendak menemui pengacara Hotman Paris di Jakarta, keduanya malah dicegat polisi.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Hendak ke Jakarta Temui Hotman Paris, Istri Kapolsek Negara Batin dan Aipda Petrus Dicegat Polisi
YouTube/KOMPASTV
PENEMBAKAN POLISI - Tim Pengacara Hotman Paris dan Keluarga Lusiyanto dan istri Brigadir Petrus melakukan Konferensi Pers, Selasa (25/3/2025). Diungkapkan istri Kapolsek Negara Batin AKP Lusiyanto, saat di jalan mau bertemu Hotman Paris sempat dihadang oleh oknum polisi. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus penembakan tiga anggota polisi oleh oknum TNI di Way Kanan Lampung menemui babak baru.

Saat istri dari mendiang Eks Kapolsek Negara Batin dan Aipda Petrus hendak menemui pengacara Hotman Paris di Jakarta, keduanya malah dicegat polisi.

Katanya, mereka akan dijenguk oleh Kapolri Jenderal Letyo Sigit Prabowo.

Namun, keduanya tetap melanjutkan perjalanannya untuk mencari keadilan melalui pengacara Hotman Paris.

Dilansir dari TribunKaltim.co, Nia adalah istri dari eks Kapolsek Negara Batin almarhum AKP (Anumerta) Lusiyanto dan Mirdawiani, istri dari Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto.

Baca juga: Miris, Remaja 16 Tahun jadi Korban Rudapaksa oleh Pacar & 3 Temannya, Lalu Ditinggalkan di Jembatan

Pencegaran oleh polisi ini Eks Kapolsek Negara Batin dan Aipda Petrus

Hal ini disampaikan tim kuasa hukum Hotman Paris Hutapea atau Hotman 911 dalam konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/3/2025).

Asisten Hotman Paris, Putri Maya Rumanti mengatakan Nia dan Mirdawiani sedianya ke Jakarta untuk hadir dalam konferensi pers pada Senin (24/3/2025) malam. 

Hanya saja dalam perjalanannya, kedua istri mendiang anggota Polri yang tewas ditembak tersebut dicegat.

Mereka dilarang bepergian keluar dari Lampung karena hendak dijenguk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Tendik BKKU UNG Gelar Buka Puasa Bersama, Jadi Ajang Mempererat Tali Silaturahmi Antar Pegawai

"Jadi tadi malam istrinya almarhum pak kapolsek dan istri almarhum Pak Petrus sudah melakukan perjalanan menuju ke Jakarta, di tengah perjalanan dicegat untuk balik lagi dengan alasan akan ada kunjungan Pak Kapolri," kata Putri.

Namun, keduanya memilih tetap melanjutkan perjalanan menuju ke Jakarta.

Hanya saja mereka kembali dicegat oleh anggota polisi dari Polsek Buay Madang.

Akhirnya, kedua istri korban penembakan itu pun terpaksa pulang ke rumahnya masing-masing.

Selain itu, rumah mereka juga malah dijaga ketat oleh anggota kepolisian.

Baca juga: Niat Tukar Uang Baru, Pria di Jombang Justru Ditipu Teman Lama hingga Rp32 Juta Ludes

"Mereka tetap melanjutkan perjalanan, tapi lagi-lagi mereka dikejar oleh oknum anggota Polsek Buay Madang Polres OKI Timur Sumsel, dan akhirnya mereka terpaksa kembali lagi ke rumah, dan masing-masing rumah mereka dijaga oleh anggota Polsek. Yang sebelumnya tidak pernah," ucap Putri.

Hotman Paris pun menyayangkan pencegatan ini.

Hotman menilai dengan dilarangnya keluarga korban terbang ke Jakarta untuk menemuinya sama saja mencederai hak asasi manusia.

"Istri almarhum kapolsek dan almarhum Pak Petrus, tidak diizinkan untuk datang ke Jakarta alasannya karena Kapolri mau datang hari Rabu kami nggak tahu, dan kami tidak mempersoalkan alasannya apa. Sangat disayangkan, karena mereka kan punya hak asasi untuk memperjuangkan suaminya yang meninggal," ucap Hotman.

Baca juga: Sosok Kapri Sucipto Tersangka Judi Sabung Ayam di Way Kanan, Dekat dengan Oknum TNI Penembak Polisi

Penembakan 3 Polisi di Arena Judi Sabung Ayam

Diberitakan sebelumnya, tiga anggota polisi ditembak ketika menggerebek arena judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, Senin (17/3/2025) lalu.

Dalam perkembangan kasus ini, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika mengungkap, oknum anggota TNI Kopka B alias Basarsyah diduga menyebarkan undangan judi sabung ayam melalui media sosial.

Menerima informasi itu, Kapolres Way Kanan memerintahkan jajarannya untuk melakukan tindak lanjut ke TKP.

Penggerebekan dilakukan pada sore harinya oleh Kapolsek Negara Batin bersama anggotanya.

Namun, situasi berubah menjadi tragedi ketika tiga polisi gugur akibat ditembak di lokasi kejadian.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Subang Akibatkan Pasutri Tewas Karena Ditabrak dan Dilindas Truk Es Krim

"Awalnya polisi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Namun, terdengar beberapa kali letusan senjata hingga akhirnya diketahui bahwa tiga anggota Polri meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, petugas lainnya berusaha mengevakuasi korban sambil melindungi diri," ujar Irjen Helmy dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Rabu (19/3/2025).

Terkini, polisi telah menetapkan seorang warga atas nama Zulkarnaen sebagai tersangka kasus perjudian sabung ayam di Way Kanan.

Di sisi lain, dua oknum TNI yang terlibat penembakan hingga kini statusnya masih menjadi saksi.

Dua oknum TNI, yakni Kopka B dan Peltu L, masih diperiksa di Mako Denpom II/3 Lampung. Keduanya mengaku telah menembak tiga anggota Polri di Way Kanan, Lampung

Kronologi Penembakan

Baca juga: Korban Cabuli Santri di Ngawi Mungkin Bertambah, Oknum Pengasuh Ponpes Ditetapkan sebagai Tersangka

Insiden bermula ketika Polsek Negara Batin menerima laporan mengenai aktivitas judi sabung ayam di Kampung Karang Manik.

Setelah melakukan penyelidikan awal, sebanyak 17 personel dikerahkan untuk melakukan penggerebekan pada Senin sore, sekitar pukul 16.50 WIB. Kapolsek Iptu Lusiyanto memimpin langsung operasi tersebut.

Saat tim kepolisian tiba di lokasi, situasi awalnya tampak normal. Namun, tiba-tiba mereka diserang oleh orang tak dikenal yang melepaskan tembakan.

Dalam insiden tersebut, Kapolsek Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripda Ghalib Surya Ganta tertembak dan meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah ketiganya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ketiga anggota polisi tersebut meninggal dunia akibat luka tembak di bagian kepala.

Penyelidikan dan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI

Pasca kejadian, aparat kepolisian dan militer bergerak cepat untuk mengusut pelaku dan motif di balik penembakan tersebut. Muncul dugaan bahwa judi sabung ayam tersebut dikendalikan oleh oknum prajurit TNI, yang diduga terlibat dalam insiden ini.

Saat ini, tim gabungan TNI-Polri tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Masyarakat setempat dan keluarga korban menuntut keadilan atas kematian ketiga anggota polisi yang gugur dalam menjalankan tugas.

Fakta Baru 

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap fakta baru terkait penembakan tiga anggota polisi yang tewas saat penggerebekan judi sabung ayam di Negara Batin, Way Kanan, Lampung, pada Senin (17/3/2025) sore.

Kompolnas menyatakan telah memiliki rekaman video yang memperlihatkan detik-detik kejadian penembakan, termasuk identitas pelaku dan senjata yang digunakan. 

Selain itu, terungkap bahwa ketiga polisi yang tewas sengaja menjadi target penembakan karena dianggap menghalangi kegiatan sabung ayam ilegal.

Ketiga Polisi Jadi Target Penembakan

Kompolnas juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa ketiga polisi yang tewas, yaitu Inspektur Satu (Iptu) Lusiyanto, Brigadir Kepala (Bripka) Petrus Apriyanto, dan Brigadir Dua (Bripda) Ghalib Surya Ganta, sengaja menjadi target penembakan.

"Penembak ini memang menargetkan Pak Kapolsek dan petugas lainnya karena mereka dianggap menghalangi kegiatan sabung ayam ilegal," jelas Choirul.

Menurutnya, ketiga polisi ditembak dari jarak dekat saat berusaha menghalau peserta judi sabung ayam yang berusaha melarikan diri.

"Mereka ditembak dengan cara yang cukup dekat karena sedang menghalau. Ini menunjukkan bahwa penembakan dilakukan dengan sengaja dan terencana," ujarnya. (*)


Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved