Selasa, 24 Maret 2026

Debt Collector Keroyok Nasabah

7 Fakta Pria Pagimana Dianiaya Debt Collector di Kota Gorontalo, Korban Turut Dilaporkan ke Polisi

Fakta-fakta terungkap dalam kasus seorang pria dikeroyok enam debt collector di Kota Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 7 Fakta Pria Pagimana Dianiaya Debt Collector di Kota Gorontalo, Korban Turut Dilaporkan ke Polisi
Kolase TribunGorontalo.com
NASABAH DIKEROYOK DEBT COLLECTOR - Kolase foto Muh Andi Indalan, Kepala Cabang Mandala Multifinance, foto pengeroyokan di Kota Gorontalo, dan enam debt collector. Simak fakta-fakta kasus nasabah dikeroyok enam debt collector di dalam artikel ini. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Tangkapan Layar FB/Nenang Sulistiani). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Fakta-fakta terungkap dalam kasus seorang pria dikeroyok enam debt collector di Kota Gorontalo.

Korban diketahui berasal dari Pagimana, Sulawesi Tengah.

Pria berusia 46 tahun itu dianiaya oleh debt collector di Jalan DI Pandjaitan, Kota Gorontalo.

Berikut 7 fakta seorang pria dikeroyok enam debt collector sebagaimana dirangkum TribunGorontalo.com, Rabu (26/3/2025).

Identitas Korban

Korban pengeroyokan adalah Moh Andi Indalan alias Andi.

Andi telah tinggal di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo lebih dari 10 tahun.

Menurut pengakuan Andi, dirinya sempat mengambil kredit sepeda motor Honda BeAT di Kecamatan Pagimana, Sulawesi Tengah.

Ia meminjam data pribadi milik saudaranya.

Tepat sebelum Covid-19 melanda Indonesia, Andi mengangsur sepeda motor di Mandala Multifinance dengan tenor 36 bulan atau tiga tahun.

Meski sempat menunggak namun menurut Andi semua tagihan sudah dibayarkan.

Ia bahkan telah mengantongi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Andi dikeroyok 6 debt collector

DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Potret enam pria diduga debt collector di Kota Gorontalo mengeroyok seorang pria asal Pagimana Sulawesi Tengah. Kejadian ini sempat viral di media sosial Facebook. Simak kronologinya di dalam artikel ini.
DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Potret enam pria diduga debt collector di Kota Gorontalo mengeroyok seorang pria asal Pagimana Sulawesi Tengah. Kejadian ini sempat viral di media sosial Facebook. Simak kronologinya di dalam artikel ini. (Tangkapan layar video FB)

Andi menceritakan awal mula dirinya dikeroyok oleh enam debt collector.

Menurut keterangan Andi, insiden bermula ketika ia bersama iparnya, Iwan Pakaya (45), dalam perjalanan pulang usai berbelanja perlengkapan air dap.

Saat melintas di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Andi tiba-tiba dicegat oleh sekelompok pria yang mengendarai empat motor.

"Saya dipaksa berhenti di tengah jalan. Mereka bilang saya harus ke kantor dulu. Ada empat motor, tiga di antaranya berboncengan, dan satu motor hanya satu orang," ungkap Andi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).

Andi saat itu tidak melakukan perlawanan. Ia   mengikuti pria yang mengaku debt collector itu ke kantor Mandala Multifinance.

Setibanya di sana, Andi langsung dibawa ke lantai dua dan diinterogasi terkait dugaan tunggakan pembayaran kendaraan.

Namun, Andi menegaskan bahwa seluruh cicilan motornya telah lunas selama 36 bulan. 

Bahkan, ia mengaku sudah mengambil BPKB kendaraan sebagai bukti pelunasan.

Karena merasa dituduh secara sepihak, Andi memutuskan turun ke lantai bawah untuk mengambil BPKB dan mencoba menyalakan motornya.

Saat itulah, situasi memanas. Seorang debt collector merampas kunci motornya secara paksa. Andi dan debt collector sempat berdebat.

Cekcok itu akhirnya berujung pada pengeroyokan. Andi mengaku dipukul bertubi-tubi oleh tujuh orang menggunakan kayu dan batu di depan kantor Mandala.

"Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua," bebernya.

Iwan Pakaya, saksi mata sekaligus ipar korban, membenarkan peristiwa ini. Ia menyebut bahwa debt collector bahkan menggunakan helm untuk memukul Andi.

"Saya lihat mereka ambil kayu, batu, dan helm. Saya coba menenangkan, kalau bisa dibicarakan baik-baik, tapi mereka tidak mendengar saya dan tetap memukul Pak Andi," ungkap Iwan.

Andi didatangi aparat

Setelah insiden pemukulan itu, Andi sempat didatangi aparat di kediamannya.

Aparat itu hendak menjemput Andi. Namun ia saat itu tidak berada di rumah.

Keluarga Andi pun takut memberi tahu keberadaan Andi.

"Kami takut beritahu karena jangan sampai Andi dibuat macam-macam," ujar sepupu Andi saat dihubungi TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).

Selang beberapa saat kemudian, aparat itu pun pamit pergi entah ke mana.

Andi lantas menghubungi keluarganya di kampung untuk meminta bantuan.

Ia takut perkara yang dialaminya semakin pelik.

Andi melapor ke Polresta Gorontalo Kota

DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Moh Andi Indalan saat menuju ke Klinik Pratama Polresta Gorontalo untuk dilakukan visum, Selasa (25/3/2025). Andi dikeroyok oleh tujuh debt collector Mandala Multifinance. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang).
DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Moh Andi Indalan saat menuju ke Klinik Pratama Polresta Gorontalo untuk dilakukan visum, Selasa (25/3/2025). Andi dikeroyok oleh tujuh debt collector Mandala Multifinance. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Andi dan sepupunya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke ke Polresta Gorontalo Kota pada Selasa (25/3/2025) pukul 10.38 Wita.

Kepada polisi, Andi menjelaskan kronologi pemukulan yang dialaminya Senin (24/3/) kemarin.

Ia juga memperlihatkan luka pada lengan akibat berkelahi dengan debt collector.

Andi kemudian diarahkan polisi untuk menjalani visum di Klinik Pratama Polresta Gorontalo Kota sebagai bukti atas dugaan penganiayaan.

6 debt collector ditangkap

Enam debt collector pelaku pengeroyokan nasabah akhirnya ditangkap polisi.

Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, AKP Akmal Novian Reza.

Tim Polresta Gorontalo Kota rupanya bergerak setelah mendapatkan video kekerasan yang diunggah warga ke media sosial pada Senin (24/3/2025).

"Iya benar, enam orang yang ada dalam video tersebut sudah kami amankan Senin kemarin. Namun saat itu kami belum menerima laporan resmi dari korban. Hari ini kami baru menerima laporan dari Moh Andi Indalan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan," ujar AKP Akmal saat dikonfirmasi Selasa (25/3/2025).

Andi dilaporkan debt collector

AKP Akmal menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari perwakilan debt collector mengatasnamakan Lintas Borneo Sukses (LBS).

LBS merupakan pihak ketiga dari perusahaan pembiayaan di Gorontalo.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Moh Andi Indalan juga diduga melakukan penganiayaan.

"Kami sudah menerima dua laporan, satu dari korban yang mengaku dikeroyok oleh debt collector, dan satu lagi dari pihak LBS yang melaporkan Moh Andi atas dugaan penganiayaan," jelas AKP Akmal.

Baca juga: Video Detik-detik Nasabah Dikeroyok 6 Debt Colector di Kota Gorontalo, Viral di Media Sosial

Mandala Multifinance Gorontalo lepas tangan

Kepala Cabang Mandala Multifinance Gorontalo, Yuda, menegaskan bahwa korban bukan nasabah mereka, melainkan nasabah dari Mandala Finance Cabang Luwuk.

"Yang pertama, konsumen tersebut bukan konsumen Mandala Gorontalo. Konsumen ini berasal dari cabang Luwuk dan memiliki tunggakan pembayaran. Saya sudah cek database, dan nama tersebut tidak ada di sistem kami," ujar Yuda kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).

Menurutnya, permasalahan ini berkaitan dengan cabang Luwuk dan tidak ada hubungannya dengan Mandala Finance Gorontalo.

Namun, karena korban berada di Gorontalo, maka urusan tersebut diarahkan ke kantor Mandala terdekat.

Terkait informasi bahwa korban sempat dibawa ke lantai dua kantor Mandala sebelum terjadi dugaan pengeroyokan, Yuda mengakui hal tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa pihak yang menangani korban bukanlah karyawan Mandala Gorontalo, melainkan pihak eksternal yang bekerja sama dengan cabang Luwuk.

"Kami memang bekerja sama dengan pihak eksternal. Jadi, yang menangani bukan karyawan Mandala Gorontalo," paparnya.

Ketika ditanya apakah ia mengetahui kejadian yang terjadi di lantai dua, Yuda mengaku tidak tahu-menahu.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi di lantai dua. Yang jelas, setelah itu korban turun ke bawah dan kejadian tersebut terjadi di luar kendali kami," jelasnya.

Saat ini, kendaraan yang menjadi objek sengketa masih berada di kantor Mandala Finance Gorontalo.

Namun, Yuda kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang atas kendaraan tersebut karena nasabah bukan dari cabang mereka.

"Saya hanya bisa memastikan bahwa unit tersebut memang ada di kantor Mandala Gorontalo. Tapi dasar dilakukan penahanan, saya tidak tahu karena bukan konsumen kami," bebernya.

 


(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved