Rabu, 11 Maret 2026

Berita Viral

Rosalina Guru SD Asal NTT Tewas Dibunuh KKB di Yakuhimo Papua Pegunungan, Sekolah Dibakar

Guru dan tenaga kesehatan menjadi sasaran serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik, Anggruk, Yakuhimo, Papua Pegunungan.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Rosalina Guru SD Asal NTT Tewas Dibunuh KKB di Yakuhimo Papua Pegunungan, Sekolah Dibakar
Tribun-Papua.com/Istimewa
KKB BAKAR SEKOLAH - Komplotan KKB membakar empat bangunan di Kampung Kelemame dan Kampung Pasir Putih, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (3/2/2025). Baru-baru ini KKB kembali membakar sekolah di Distrik Anggruk, Yakuhimo. (KOMPAS.COM/DOK SATGAS OPERASI DAMAI KARTENZ) 

"Kami di kementerian nanti akan menemui keluarga korban di NTT dan berusaha untuk dapat memberikan bantuan, ya, secara material walaupun mungkin tidak banyak," ujar Abdul Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Senin (24/3/2025), dikutip dari Kompas.com. 

Dalam kesempatan sama, Abdul Mu'ti menyatakan belasungkawanya atas kejadian yang menimpa korban. 

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya seorang guru yang wafat karena serangan KKB," ucapnya. 

Ia menilai, penyerangan yang dilakukan KKB merupakan kejahatan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan. 


Apa itu KKB?

Mengutip Kompas.com, KKB adalah singkatan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, yang merupakan sebuah kelompok yang kerap menebar teror baik kepada warga sipil maupun TNI serta Polri di wilayah Papua. 

Tujuan KKB Papua adalah melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Oleh karena itu, KKB Papua dapat disebut sebagai gerakan separatis, yang gerakannya kerap memakan korban jiwa.

Asal-usul KKB Papua 

Sebelum lahir dengan sebutan KKB, kelompok ini dulunya dikenal dengan nama Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

OPM didirikan pada 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat, yang sebelumnya disebut Irian Jaya.

Mereka berniat untuk melepaskan diri dari Indonesia. OPM pun kerap menyuarakan tentang referendum supaya bisa merdeka dari NKRI. 

Dalam memperjuangkan keinginan kelompok, mereka beberapa kali melakukan gerakan kriminal yang memakan korban jiwa. 

Oleh sebab itu, pemerintah kemudian berinisiatif untuk membentuk Otonomi Khusus bagi Papua dengan anggaran yang besar. 

Sayangnya, anggaran tersebut hanya digunakan oleh golongan elite saja, tidak sampai ke masyarakat luas.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved