Kontroversi Daging Palembang
Viral! Konten Willie Salim Soal Rendang 200 Kg Hilang, Netizen Soroti Isu Settingan
Namun, beberapa hari setelah video tersebut beredar, muncul dugaan bahwa insiden itu hanyalah sebuah settingan belaka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KONTROVERSI-WILLI-SALIM-Kontroversi-hilangnya-200-kg-daging-sapi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Konten kreator terkenal, Willie Salim, kembali menjadi sorotan setelah videonya tentang 200 kilogram rendang yang "hilang" viral di media sosial.
Video tersebut memicu perdebatan sengit, terutama karena menyangkut nama baik warga Palembang.
Namun, beberapa hari setelah video tersebut beredar, muncul dugaan bahwa insiden itu hanyalah sebuah settingan belaka.
Rendang 200 Kg Ludes dalam Sekejap, Warga Palembang Dicibir
Dalam video yang telah ditonton lebih dari 55 juta kali di TikTok, Willie Salim mengungkapkan bahwa rendang yang ia masak dalam jumlah besar tiba-tiba hilang saat dirinya meninggalkan lokasi sebentar.
Momen tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang menyoroti bagaimana rendang yang belum matang bisa habis dalam waktu singkat.
Sayangnya, akibat video tersebut, warga Palembang pun dicibir habis-habisan di media sosial.
Sejumlah komentar bernada negatif pun bermunculan, menyebut warga Palembang "rakus" dan "tidak tertib."
Hal ini kemudian menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh asal Palembang, Helmy Yahya.
Helmy Yahya Beri Tanggapan Keras: Nama Palembang Tercoreng!
Helmy Yahya, presenter senior yang berasal dari Palembang, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap konten Willie Salim.
Dalam pernyataannya di media sosial, ia mengungkapkan bahwa video tersebut telah mencoreng nama baik kota Palembang dan warganya.
"Saya sudah melakukan aksi sosial selama bertahun-tahun melalui berbagai program di televisi, tapi tidak pernah ada kejadian seperti ini. Semua selalu kami rencanakan dengan matang," ujar Helmy Yahya.
Lebih lanjut, Helmy menyoroti bagaimana Willie Salim bisa meninggalkan rendang begitu saja di tengah kerumunan warga. Ia juga menduga ada unsur settingan dalam konten tersebut.
Isu Settingan Mencuat, Warga yang Hadir di Lokasi Bongkar Fakta
Beberapa hari setelah video viral, seorang konten kreator asal Palembang, Suzannita, mengungkapkan bahwa ada dugaan kuat bahwa kejadian rendang hilang ini hanyalah settingan.
Menurut pengakuan seorang warga bernama Hartati Syauqi yang berada di lokasi saat kejadian, Willie Salim sebenarnya tidak pergi ke toilet, melainkan ke mobil untuk makan.
Disebutkan juga bahwa rendang yang dimasak belum matang dan harus menunggu sekitar empat jam lagi, sehingga mereka memutuskan untuk "mengatur" segalanya agar lebih seru di kamera.
"Kalau benar-benar settingan, ini sangat disayangkan. Nama Palembang sudah dicibir selama berhari-hari," kata Suzannita dalam unggahannya di TikTok.
Willie Salim Minta Maaf, Akui Kesalahan
Setelah isu settingan mencuat dan kritik deras mengalir, Willie Salim akhirnya buka suara dan meminta maaf melalui akun Instagram @willie27_.
Dalam pernyataannya, Willie mengakui bahwa dirinya kurang persiapan dalam memasak rendang dalam jumlah besar.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menjelekkan warga Palembang.
"Ini bukan salah warga Palembang. Sepenuhnya salah saya karena kurang persiapan," tulis Willie.
Meski telah meminta maaf, banyak netizen yang masih mempertanyakan apakah kejadian ini benar-benar terjadi secara alami atau memang sengaja dibuat untuk keperluan konten.
(*)
| Update Promo Alfamart Terbaru: Minyak Goreng hingga Snack Harga Spesial, Berlaku Sampai 31 Maret |
|
|---|
| Update Harga Emas Rabu, 25 Maret 2026: Galeri 24 dan UBS Sama-sama Turun ke Rp2,8 Juta |
|
|---|
| Terungkap Identitas Remaja Meninggal Kecelakaan di Bone Bolango Pesisir Gorontalo |
|
|---|
| Kabar Baik! Haji 2026 Tetap Berangkat 22 April, Ini Jaminan dari Saudi |
|
|---|
| Lowongan Kerja Gorontalo 25 Maret 2026, Klinik Pratama Mulia dan Dealer Honda Cari Karyawan Baru |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.