Belanja Online
Viral! Jutaan Paket Belanja Online Numpuk di Gudang Ekspedisi, Estimasi Tiba Setelah Lebaran
Video yang diunggah oleh akun Instagram @erickfernando184 memperlihatkan tumpukan ribuan paket yang belum terkirim di salah satu gudang distribusi pus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PAKET-MEMBLUDAK-Jutaan-paket-membludak-di-gudang-ekspedisi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, sebuah video yang menunjukkan kondisi gudang ekspedisi penuh sesak dengan paket belanjaan viral di media sosial.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @erickfernando184 memperlihatkan tumpukan ribuan paket yang belum terkirim di salah satu gudang distribusi pusat (DC) di Depok, Jawa Barat.
"Gudang Distribusi Pusat (DC) di Depok saat ini mengalami overload parah!" demikian keterangan dalam unggahan yang dikutip Tribunnews.com pada Senin (24/3/2025).
Ribuan paket menumpuk hingga gudang nyaris penuh, menyebabkan pengiriman tertunda.
Baca juga: Warga Kelurahan Heledulaa Selatan Kota Gorontalo Usung Dua Konsep Tumbilotohe Demi Menangkan Lomba
"Banyak pelanggan yang menunggu barangnya tak kunjung dikirim," tambah dalam keterangannya.
Tulisan dalam video tersebut juga memperingatkan pelanggan bahwa pengiriman paket bisa tertunda hingga satu minggu setelah Lebaran.
"Yang baju Lebaran-nya mau dipakai pas Lebaran mohon maaf, pengiriman bisa tertunda hingga 1 minggu setelah Lebaran. Mohon pengertiannya," bunyi keterangan dalam video.
Fenomena ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja online menjelang hari raya.
Data dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menunjukkan bahwa volume transaksi e-commerce meningkat.
Bahkan angka lonjakan pengiriman brang online meningkat lebih dari 40 persen selama bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan biasa.
Baca juga: Viral! Konten Willie Salim Soal Rendang 200 Kg Hilang, Netizen Soroti Isu Settingan
Lonjakan pesanan ini mengakibatkan beban berat bagi perusahaan ekspedisi yang harus mengelola jutaan paket dalam waktu singkat.
Unggahan ini langsung menuai banyak reaksi dari warganet.
Beberapa di antaranya mengaku langsung mengecek keberadaan paket mereka yang belum sampai.
Akun Instagram @r.dwica menulis, "Auto cek paketku nyampe mana."
Sementara itu, akun @abdul_hafizh20 membagikan kisah istrinya yang memilih untuk membeli baju Lebaran hanya untuk anak-anak karena khawatir paketnya tidak tiba tepat waktu.
"Istri saya bilang 'Lebaran tahun ini nggak beli baju dulu, biar anak-anak aja kasihan,' tapi akhir-akhir ini gelisah banget. Ternyata paketnya nyangkut 8 biji nggak bergerak," ungkapnya.
Baca juga: Lonjakan Aktivitas Transportasi, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Berkendara di Gorontalo
Beberapa warganet lain mengaku beruntung karena telah menyelesaikan belanja Lebaran mereka lebih awal.
"Tim yang checkout sebelum puasa," tulis akun @azaleahaniva.
Sementara @nabillatif16 menambahkan, "Tim yang beli baju Lebaran di awal puasa."
Menurut masyarakat, overload ini dapat diatasi dengan peningkatan infrastruktur dan sistem distribusi yang lebih efisien.
"Perusahaan ekspedisi seharusnya bisa mengantisipasi lonjakan ini dengan menambah kapasitas gudang sementara, mengoptimalkan jalur pengiriman, serta bekerja sama dengan lebih banyak mitra logistik," ujar netizen.
Banyak netizen berharap pihak ekspedisi segera mengatasi kendala ini agar paket mereka bisa sampai sebelum Lebaran.
Namun, fenomena overload gudang menjelang hari besar seperti Lebaran memang bukan pertama kali terjadi, mengingat lonjakan belanja online yang meningkat drastis menjelang momen spesial ini. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.