Tumbilotohe Gorontalo
Pemuda Oluhuta Gorontalo Siapkan 300 Lampu Botol untuk Meriahkan Tradisi Tumbilotohe
Dengan semangat gotong royong, para pemuda mengumpulkan botol bekas, minyak tanah, dan bahan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERSIAPAN-TUMBILOTOHE-Sejumlah-pemuda-dari-Remaja-Mutiara-tengah.jpg)
Tumbilotohe merupakan tradisi turun-temurun di Provinsi Gorontalo.
Tradisi ini merupakan sebuah peristiwa di mana masyarakat Gorontalo menyalakan lampu pada hari ke-27 ramadan.
Kata Tumbilotohe diambil dari dua suku kata dalam bahasa Gorontalo yakni Tumbilo berarti menyalakan, dan Tohe berarti lampu.
Abdul Wahab Thomas, Dosen Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengatakan dalam tumbilotohe bermakna religiusitas, nilai kemanusiaan, penghormatan, penghambaan, doa, dan pengharapan.
Juga menyalakan lampu terdapat pengucapan doa-doa oleh masyarakat.
Tumbilotohe ini disebut merupakan jalur penghubung antara para pendahulu yang telah tiada dengan orang yang berada di masa kini.
Sehingga jika Tumbilotohe mulai menggunakan lampu tumblr bukanlah sebuah masalah.
"Kita tidak bisa mengerdilkan nilai, karena pergeseran ke lampu tumblr juga mengikuti kecerdasan etnis yang semakin maju," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (28/3/2024).
Pendapat serupa dilontarkan Tony Iskandar Mondong. Sejarawan UNG itu mengatakan tumbilotohe dahulu menggunakan obor.
"Namun semakin ke sini pakai lampu dari minuman energi, sekarang sudah mulai geser ke lampu tumblr," kata Tony.
Terpenting, kata dia, perayaan Tumbilotohe di Gorontalo terus dilestarikan.
Sebab pada zaman dahulu, Tumbilotohe hanya terdapat beberapa lampu saja.
Satu tradisi lain yang melekat dengan nuansa Ramadan adalah alikusu, yakni sebuah tugu yang berada di depan bangunan.
Alikusu sendiri terbuat dari bambu kuning yang fungsinya tempat meletakkan lampu Tumbilotohe. (*)