Kultum Ramadan 2025

Kultum Ramadan - Sandi Sahempa IAIN Gorontalo "Makna Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup"

Mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sandi Sahempa, menyampaikan kultum bertajuk “Makna Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab

TRIBUNGORONTALO.COM – Mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sandi Sahempa, menyampaikan kultum bertajuk “Makna Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan-Setan Dibelenggu”.

Kultum ini mengajak umat Islam untuk memahami keistimewaan bulan Ramadan dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.

Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita.

Sandi mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan masih bisa bertemu Ramadan tahun ini.

Ia menegaskan, bahwa Bulan Suci ini memiliki banyak keutamaan, seperti turunnya Alquran, malam penuh pengampunan, serta Lailatul Qadar.

Mengutip hadis Nabi SAW, "Ketika bulan Ramadan tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu," Sandi menjelaskan bahwa hadis ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak amal sholeh.

Baca juga: Adakah Jemaah Gorontalo jadi Korban Kecelakaan Bus di Arab Saudi? Ini Jawaban Pihak Kanwil Kemenag

Ramadan adalah bulan di mana Allah SWT memberikan kemudahan bagi umat-Nya untuk berbuat baik.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa keburukan tidak hanya berasal dari godaan setan dan jin. Mengacu pada QS. An-Nas ayat terakhir, ia menjelaskan bahwa bisikan kejahatan juga bisa datang dari sesama manusia.

Oleh karena itu, meskipun setan dibelenggu, manusia tetap harus menjaga diri dari pengaruh buruk yang berasal dari lingkungan sekitar.

Sandi menegaskan bahwa makna dari pintu surga yang dibuka adalah simbol terbukanya segala jalan kebaikan, sementara pintu neraka yang ditutup menunjukkan bahwa keburukan semakin sulit dilakukan bagi mereka yang ingin bertakwa.

Ia mengajak jamaah untuk meneladani para sahabat Nabi yang menangis ketika Ramadan hampir berakhir, karena mereka memahami betapa berharganya bulan ini.

Menutup kultumnya, Sandi mengutip pesan gurunya, "Sungguh rugi seseorang ketika bulan suci Ramadan datang bertamu, tetapi ia tidak bertemu," yang bermakna bahwa seseorang yang tidak memanfaatkan Ramadan dengan ibadah dan amal sholeh telah menyia-nyiakan kesempatan emas.

Dengan kultum yang penuh makna ini, Sandi berharap umat Islam semakin memahami keistimewaan Ramadan dan menjadikannya momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved