Berita Gorontalo
Kondisi Sungai Bolango Gorontalo Meski Diguyur Hujan Deras, Warga: Masih Aman!
Berdasarkan pantauan Tribun Gorontalo di lapangan pada Sabtu (22/3/2025), air sungai memang naik, tetapi tetap berada dalam batas normal.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SUNGAI-BULANGO-Terjadi-kenaikan-debit-air-di-Sungai-Bulango-Bone-Bolango.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Diguyur hujan lebat tanpa henti sejak Jumat siang (21/3/2025), debit air Sungai Bolango masih dalam kondisi aman.
Meskipun sempat mengalami kenaikan, air sungai hanya berubah keruh tanpa meluap ke pemukiman warga.
Sungai Bolango merupakan salah satu sungai terpanjang di Gorontalo selain Sungai Bone.
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com di lapangan pada Sabtu (22/3/2025), air sungai memang naik, tetapi tetap berada dalam batas normal.
Baca juga: Terkini! Gempa Bumi terjadi Sabtu Pagi 22 Maret 2025 , Waspadai Potensi Gempa Susulan!
Sion Hulathali, seorang penambang pasir di Sungai Bulango, mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi air saat ini.
Menurutnya, banjir yang terjadi kali ini hanya berasal dari aliran air Dulamayo yang tidak terlalu besar.
"Ini banjir hanya dari air Dulamayo, jadi tidak terlalu besar," ujarnya kepada Tribun Gorontalo.
Namun, ia menegaskan bahwa situasi bisa berubah drastis jika air yang meluap berasal dari Kecamatan Bulango Ulu.
"Kalau air yang dari Bulango Ulu naik, pasti bagian bawah akan banjir besar," jelasnya.
Diketahui, Sungai Bulango memiliki dua anak sungai utama, yaitu dari Dulamayo dan Bulango Ulu.
Jika keduanya mengalami peningkatan debit air secara bersamaan, maka banjir besar bisa melanda wilayah perkotaan.
"Kalau dua-dua sungai ini naik, pasti banjir sampai ke rumah-rumah warga," terangnya.
Meski demikian, aktivitas warga di sekitar Sungai Bulango masih terlihat normal.
Beberapa penambang pasir di bawah Jembatan Pelangi, Desa Boidu, tetap bekerja seperti biasa, meskipun air sudah setinggi dada orang dewasa.
Peran Bendungan Bulango Ulu dalam Pengendalian Banjir
Sejak 2019, pemerintah telah membangun Bendungan Bulango Ulu yang berfungsi mengendalikan banjir dengan mereduksi debit air hingga 414 meter kubik per detik.
Bendungan ini juga memiliki manfaat lain, seperti penyediaan air baku sebesar 2.200 liter per detik dan sumber tenaga listrik berkapasitas 4,96 megawatt.
Selain itu, bendungan ini juga mendukung irigasi lahan pertanian seluas 4.950 hektar.
Bendungan yang masih dalam tahap penyelesaian ini hanya mampu menampung aliran air dari Bulango Ulu, sehingga masih ada kemungkinan banjir jika debit air dari Dulamayo juga meningkat secara signifikan.
BMKG: Hujan Masih Berlanjut Hingga Akhir Maret
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bone Bolango mengungkapkan bahwa Gorontalo masih dalam musim hujan dengan intensitas kategori menengah.
"Prakiraan untuk 10 hari ke depan masih dalam kategori menengah, yakni berkisar antara 51 hingga 150 milimeter," ujar Delas Ka'u, Forecaster BMKG.
Berdasarkan peta cuaca, beberapa wilayah menunjukkan warna kuning yang menandakan curah hujan normal, sementara area berwarna hijau menandakan hujan di atas normal.
Dengan kata lain, curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.
"Di bulan April, kondisi ini diperkirakan masih sama, dengan curah hujan bulanan berkisar antara 100 hingga 300 milimeter," tambahnya.
Selain faktor musim, hujan lebat yang terjadi juga disebabkan oleh suhu permukaan laut yang menghangat, sehingga meningkatkan proses konveksi yang membentuk awan hujan dalam jumlah besar.
Potensi Cuaca Ekstrem dan Imbauan Waspada
BMKG mencatat bahwa hujan dengan intensitas tinggi telah menyebabkan banjir di beberapa daerah, termasuk Dumbo Raya, Kota Gorontalo, yang mencatat curah hujan mencapai 141 milimeter per hari.
Hal ini cukup tinggi dan menjadi faktor penyebab terjadinya genangan air.
Namun, Delas menekankan bahwa bencana tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan, tetapi juga oleh kondisi geografis suatu wilayah.
"Jika wilayahnya masih memiliki banyak tanaman, maka risiko banjir lebih kecil meskipun curah hujan tinggi," jelasnya.
BMKG mengimbau warga di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, terutama jika hujan terus turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Langkah mitigasi, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan menyiapkan tempat evakuasi, sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan banjir bandang.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, masyarakat Gorontalo diharapkan untuk tetap waspada dan selalu memperbarui informasi dari BMKG terkait prakiraan cuaca terbaru.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.