Human Interest Story
Cerita Roni Mantu 17 Tahun Jadi Supir Rental, Jejali Kota Gorontalo-Popayato
Roni Mantu, warga Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, bercerita 17 tahun menjadi supir rental di Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Roni-Mantu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Roni Mantu, warga Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, bercerita 17 tahun menjadi supir rental di Gorontalo.
Setiap hari dia menjejali jalanan Kota Gorontalo menuju ke Popayato, kira-kira sejauh 245 kilometer.
Roni melakoni pekerjaan sebagai supir rental sejak tahun 2007 silam.
Ia sempat menjadi supir angkutan umum sebelum akhirnya memilih jadi supir rental sampai saat ini.
Pada 2007, Roni mengaku masih banyak penumpang yang sering menggunakan jasanya.
Namun seiring majunya teknologi dan bertambahnya jumlah kendaraan, secara perlahan jumlah penumpang mulai turun.
"Dulu masih cukup banyak, karena masih kurang yang punya handphone dan masih jarang kendaraan," ungkapnya.
Belasan tahun bolak-balik Kota Gorontalo-Popayato, Roni mengakui masih ada beberapa jalan yang menurutnya rawan untuk dilewati.
Sebagai contoh di Botumoito, salah satu kecamatan di Boalemo.
Menurut Roni, kawasan tersebut kerap diterjang banjir hingga menyebabkan pengendara susah untuk lewat.
Tak hanya itu, sejumlah daerah di Kecamatan Tilamuta yang menurutnya juga perlu diwaspadai pada kondisi cuaca tertentu.
Selain masalah medan, masalah fisik juga menjadi tantangan bagi Roni.
Bahkan ia mengaku beberapa kali sempat microsleep (tertidur sejenak).
Baca juga: BREAKING NEWS: 6 Pejabat Polda Gorontalo Jalani Sertijab, Ini Daftar Namanya
Kondisi ini adalah tertidur secara tiba-tiba dalam waktu singkat, biasanya karena rasa kantuk.
Microsleep bisa terjadi saat mata terbuka tetapi pandangan kosong.
"Iya sempat begitu, dan kalau seperti itu, saya minta izin kepada penumpang untuk istrahat 10 menit," ujarnya.
Tantangan medan yang menurutnya rawan hingga kondisi fisik bukan jadi alasan bagi Roni meninggalkan pekerjaan tersebut.
Pasalnya, selain membiayai anak dan istrinya, Roni juga harus membiayai kuliah adiknya.
Di sisi lain, pemasukannya makin menurun akibat kurangnya penumpang.
Ia sendiri sering mangkal di kawasan pintu masuk Terminal Andalas dari arah Jalan Tondano.
Jika tak dapat penumpang, ia akan pindah lokasi ke Transit Car Telaga, Kabupaten Gorontalo.
"Jalani saja, namanya rezeki ada-ada saja jalannya," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.