Kultum Ramadan 2025
Kultum Ramadan: Mengubah Kebiasaan Remaja untuk Membentuk Karakter Anak Muda di Bulan Ramadan
Anang menekankan pentingnya menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum perubahan bagi kaum muda.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Minarti Mansombo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kultum Ramadhan (Kurma), mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Anang Wahyu Mouko, menyampaikan ceramah bertajuk "Mengubah Kebiasaan Remaja untuk Membentuk Karakter Anak Muda di Bulan Ramadhan".
Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.
Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita.
Baca juga: Isak Tangis Keluarga Matris Lukum, Eks Sekdisparpora Kota Gorontalo Akhirnya Bebas Dakwaan Korupsi
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok 21 Mar 2025: Cinta, Kesehatan, Karir dan Keuangan
Dalam ceramahnya, Anang menekankan pentingnya menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum perubahan bagi kaum muda.
Ia mengajak para remaja untuk meninggalkan kebiasaan yang tidak bermanfaat dan menggantinya dengan kebiasaan yang bernilai ibadah, seperti memperbanyak dzikir, membaca sholawat, dan mengkaji Al-Qur'an setelah shalat.
"Sering kali setelah shalat, kita langsung beranjak tanpa meluangkan waktu untuk beristighfar atau membaca Al-Qur'an," ungkapnya.
Baca juga: Diskon Gila-Gilaan! Informa Gorontalo Beri Penawaran Super Murah Hari Raya Idul Fitri 1446 H
Baca juga: Lirik Lagu Terima Kasih - Jayadi
"Padahal, jika kita membiasakan diri dengan tiga kali istighfar, tiga kali sholawat, dan membaca Al-Qur'an minimal tiga 'ain setelah shalat, dalam sehari kita sudah mengumpulkan puluhan pahala," tambahnya.
Anang juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Ia mengutip perkataan ulama.
"Jika Ramadhan kali ini belum juga mengubah dirimu menjadi lebih baik, maka butuh berapa Ramadhan lagi untuk bisa berubah?," tanyanya
Menurutnya, banyak orang yang telah meninggal dunia berharap bisa hidup kembali hanya untuk beribadah di bulan Ramadhan.
Mengakhiri kultumnya, Anang mengajak seluruh hadirin untuk lebih serius memanfaatkan bulan suci ini sebagai ladang amal.
"Jangan sampai kita kalah dengan orang-orang munafik yang bermalas-malasan dalam beribadah. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik," tutupnya. (*)