Berita Viral
Demi Main Timezone, 3 Bocah SD di Gresik Nekat Curi Motor dan Dijual Seharga Rp150 ribu
Ketiga bocah tersebut, FM (12), HR (9), dan MN (10), kini telah diamankan di Uni Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gresik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/3-bocah-Curi-Motor-jdvvs.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Kasus pencurian sepeda motor yang melibatkan tiga bocah SD di Gresik menghebohkan social media.
Diketahui tiga anak tersebut masih berusia 9 hingga 12 tahun ini nyaris jadi amukan masa setelah kepergok mencuri motor di jalan Harun Thohir, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Selasa (18/3/2025) dini hari.
Ketiga bocah tersebut, FM (12), HR (9), dan MN (10), kini telah diamankan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gresik.
Baca juga: Jadwal Kapal KM Bukit Siguntang Maret 2025: Sore Ini Berangkat dari Tarakan ke Nunukan
Lebih mengeparkan lagi, dalam pemeriksaan, mereka mengaku telah melakukan aksi serupa sebanyak empat kali di berbagai lokasi yang berbeda.
Mereka sebelumnya telah mencuri motor di PPS Desa Suci, Alun-alun Gresik, Gang Jalan Harun Thohir, dan yang terbaru di depan barbershop Jalan Harun Thohir.
Mirisnya, meskipun telah mencuri motor sebanyak empat kali, ketiga bocah ini sebenarnya belum bisa mengendarai motor. Setiap kali mencuri, mereka hanya mendorong motor bersama-sama untuk membawanya kabur.
Sepeda motor ada yang dijual seharga Rp 150 ribu. Uang hasil curian itu digunakan untuk bermain di permainan modern, Timezone.
"Tidak ada, itu dari mereka sendiri niat mau mengambil motor untuk dijual buat main ke Timezone (permainan modern) sama jalan ke Surabaya," ujar Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, Rabu (19/3/2025).
Alun-Alun Gresik mencuri Yamaha Mio hitam putih. Gang Jalan Harun Thohir mencuri Honda Beat. Parkiran pangkas rambut Jalan Harun Thohir mencuri. Yamaha Mio biru putih.
Baca juga: RUU TNI Disahkan jadi Undang-Undang, Ini 2 Tugas Pokok TNI yang Baru
Di jalan Harun Tohir mereka gagal membawa kabur karena berhasil dipergoki warga.
Mereka tertangkap tangan oleh warga setempat saat menuntun sepeda motor curian sekitar pukul 04.30 WIB.
Diketahui, mereka sempat menjual sepeda curian kepada orang lain, yang tidak dikenal, ditemui saat menuntun sepeda motor curian.
"Dijual Rp 150 ribu, orang tidak dikenal ketemu di jalan," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, faktor yang membuat ketiga bocah SD melakukan aksi pencurian, karena ekonomi keluarga yang kurang mampu. Pola asuh.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com