Ramadan 1446 Hijriah
Bacaan Doa dan Amalan 10 Terakhir Bulan Ramadan, Lengkap Tulisan Arab Latin Beserta Terjemahannya
Tidak terasa kita sudah memasuki puasa hari ke-20. Itu berarti, kita akan memasuki 10 terakhir bulan suci Ramadan 1446 H/2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Amalan-sdnfjsdj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Tidak terasa kita sudah memasuki puasa hari ke-20. Itu berarti, kita akan memasuki 10 terakhir bulan suci Ramadan 1446 H/2025.
Malam 10 hari terakhir Ramadan diyakini oleh umat muslim sebagai malam yang memiliki keberkahan dan keutamaan yang luar biasa.
Salah satu keutamaan yaitu adanya malam Lailatul Qadar, malam yang baik daripada malam seribu bulan.
Pada 10 hari terakhir Ramadan ini dianjurkan untuk berdoa dan ikhtiar untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Kupang - Ambon Mudik Lebaran 2025: Tersisa 1 Keberangkatan dengan KM Sirimau
Berikut bacaan doa 10 hari terakhir Ramadan dikutip dari Tribun Priangan.
اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī
Artinya:
"Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku."
Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan
Selain doa tersebut, adapula amalan lain yang bisa dikerjakan di antaranya:
1. Salat Malam
Rasulullah SAW selalu membangunkan keluarganya untuk melaksanakan salat malam di 10 hari terakhir Ramadan.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Abi Dzar berikut ini:
قام بهم ليلة ثلاث وعشرين وخمس وعشرين ذكر أنه دعا أهله ونساءه ليلة سبع وعشرين خاصة
"Bahwasanya Rasulullah saw beserta keluarganya bangun (untuk beribadah) pada malam 23, 25, 27. Khususnya pada malam 29."
2. Membersihkan Diri
Pada 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW mandi, membersihkan diri, dan memakai wangi-wangian.
Hal tersebut dilakukan setiap menjelang Isya.
Ini dilakukan dengan harapan memperoleh keberkahan Lailatul Qadar.
Baca juga: BREAKING NEWS Matris Lukum Jalani Sidang Putusan Kasus Korupsi Revitalisasi Benteng Otanaha Hari Ini
3. Menghindari Tempat Tidur
Ketika memasuki 10 malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya.
Hal ini bertujuan untuk menghindari tempat tidur dan melakukan ibadah.
4. Beri'tikaf
Rasulullah SAW beri'tikaf di 10 malam terakhir Ramadan.
Hal ini didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
I'tikaf sendiri merupakan aktivitas berdiam diri di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.
I'tikaf dapat diisi dengan berdzikir, berdoa, membaca Al-Qur'an, shalat sunnah, bershalawat, dan sebagainya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.