Ramadan 2025

Berkah Ramadan di Gorontalo, Penjual Nasi Campur dan Takjil Cari Cuan

Dengan adanya Puspita dan Casa, kawasan Jl. Jaksa Agung Suprapto menjadi salah satu pusat berburu makanan berbuka puasa yang ramai dikunjungi masyarak

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
TAKJIL DI GORONTALO -- Seorang penjual takjil di Gorontalo, mencoba peruntungan dengan berharap cuan dari warga yang puasa. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Bulan Ramadan selalu membawa berkah bagi banyak orang, termasuk bagi para pedagang makanan berbuka puasa.

Dua di antaranya adalah Puspita, seorang penjual nasi campur, dan Casa, seorang pedagang takjil, yang berjualan di kawasan Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Selatan, Gorontalo.

Nasi Campur Murah Meriah Ala Puspita

Puspita, wanita berusia 22 tahun ini, setiap tahunnya membuka lapaknya saat Ramadan tiba.

Dengan harga hanya Rp5.000 per paket, nasi campurnya selalu diminati oleh pelanggan.

Menu yang ia tawarkan cukup beragam, mulai dari nasi dengan ikan suir, ikan potong, nasi suntun dengan sayur kangkung, hingga nasi kuning.

Keberhasilannya menarik banyak pelanggan tidak hanya karena harga yang terjangkau, tetapi juga karena cita rasa makanannya yang lezat serta pilihan menu yang bervariasi.

Ia mulai berjualan dari pukul 13.00 hingga pukul 19.00 setiap hari selama Ramadan.

Takjil Beragam dan Titipan Dagangan Casa

Sementara itu, Casa, seorang pedagang takjil berusia 27 tahun, turut meramaikan suasana berburu hidangan berbuka.

Ia mulai berjualan takjil sejak tahun lalu dengan menawarkan berbagai macam kue tradisional, aneka minuman, serta makanan berat seperti bubur sagela dan puding.

Harga yang dipatok pun sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp6.000 saja.

Menariknya, selain menjual takjil buatannya sendiri, Casa juga menerima titipan dari keluarga dan kerabatnya.

Dari hasil penjualan, ia mampu meraup omzet sekitar Rp80.000 dari barang titipan dan hingga Rp100.000 dari takjil buatannya sendiri, meskipun jumlah tersebut bergantung pada kondisi cuaca.

Casa mulai berjualan dari pukul 14.00 hingga 19.00, tetapi durasi berjualan bisa berubah tergantung cuaca.

Baginya, berjualan takjil bukan hanya sebagai mata pencaharian, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi Ramadan di mana masyarakat berburu hidangan berbuka sembari menunggu waktu Maghrib tiba.

Dengan adanya Puspita dan Casa, kawasan Jl. Jaksa Agung Suprapto menjadi salah satu pusat berburu makanan berbuka puasa yang ramai dikunjungi masyarakat setiap tahunnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved