Banjir Talumolo Gorontalo
Warga Korban Banjir di Talumolo Gorontalo Butuh Obat-obatan hingga Makanan Cepat Saji
Warga Kelurahan Talumolo, Kota Gorontalo, korban banjir bandang mulai diserang flu dan demam.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ismail-Darise.jpg)
Demikian halnya Rahman, masih sibuk membersihkan material pasir yang mengendap di dalam rumah.
"Pasirnya banyak, kami sampai sekarang masih terus melakukan pembersihan," ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Aulia Akbar Abimanyu Jadi Tersangka Korupsi Revitalisasi Kawasan Kota Tua Gorontalo
1.000 rumah terendam banjir
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang sempat melanda Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Senin (17/3/2025).
Sebanyak 1.000 rumah lebih terdampak akibat derasnya aliran air yang membawa material lumpur dan puing dari pegunungan.
Lurah Talumolo, Mulyadi Mopangga, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding sebelumnya.
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut menyebabkan air meluap dengan cepat dan menerjang permukiman warga.
“Sekitar 1.000 lebih rumah warga terdampak di semua RW. Ini banjir bandang terparah yang pernah kami alami,” ujar Mulyadi saat ditemui di lokasi banjir, Senin (17/3/2025).
Menurutnya, dalam bulan Maret saja, banjir bandang sudah berulang kali terjadi, bahkan terlalu sering untuk dihitung.
Setiap kali hujan deras turun dalam waktu lama, wilayah ini hampir pasti diterjang banjir.
“Paling banyak terjadi banjir di bulan ini. Sudah tidak terhitung lagi jumlahnya,” ungkapnya.
Banjir yang membawa lumpur dan bebatuan dari daerah pegunungan tidak hanya merendam rumah-rumah warga.
Sebab, air bah juga menyumbat saluran drainase di sekitar permukiman dan menyebabkan akses Jalan Mayor Dullah tertutup material banjir.
Sebagai respons cepat, pemerintah daerah mengerahkan dua unit ekskavator untuk membersihkan timbunan lumpur dan puing-puing yang menghambat jalur air serta akses jalan.
“Alhamdulillah, tadi sudah ada dua alat berat yang dikerahkan untuk membantu membersihkan material,” kata Mulyadi.
Warga yang terdampak kini hanya bisa berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret guna mengatasi permasalahan ini.