Human Interest Story
Cerita Fauzan Damolawan, Mahasiswa Berprestasi IAIN Gorontalo, Gemar Tilawa hingga Kaligrafi
Fauzan Damolawan (20), mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Sultan Amai Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fauzan-Damolawan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Fauzan Damolawan (20), mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Mahasiswa semester keempat itu menceritakan sejumlah prestasinya di bidang akademis.
Fauzan mengaku sering mengikuti berbagai lomba sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Alhamdulillah, untuk prestasi-prestasi yang saya raih itu sudah sejak saya masih duduk di SD, saya sudah sering mengikuti berbagai lomba," ucapnya saat ditemui, Senin (17/3/2025).
Adapun lomba-lomba ajang penghargaan yang pernah diikuti Fauzan adalah tilawa, pidato, puisi, kaligrafi, dan syarhil Quran.
Fauzan mulai giat mengikuti lomba keagamaan sejak ia masuk Madrasah Tsanawiyah (MTS).
"Sejak saya masuk MTS, saya sudah mulai lebih mendalami pengetahuan saya di bidang MTQ, salah satunya Tilawa dan Syarhil Quran," kata Fauzan.
Untuk bidang kaligrafi, puisi, dan pidato, Fauzan mengaku sudah mendalaminya sejak ia duduk di bangku Madrasah Aliyah.
"Motivasi saya dalam sekolah dan meraih prestasi itu adalah orang tua saya yang sudah wafat, dan kakak kandung saya," tuturnya.
Fauzan ditinggalkan orang tuanya sudah cukup lama. Ibunya meninggal pada saat ia masih kelas satu SMA.
Setahun kemudian, ayahnya tutup usia.
Kehilangan kedua orang tua sempat membuat Fauzan kehilangan semangatnya.
Kendati demikian, Fauzan mengatakan bahwa dirinya selalu dikelilingi orang-orang baik dan perduli keadaannya.
Hal itu memicu tekadnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
"Tapi saya bersyukur, walaupun saya sudah yatim piatu, namun alhamdulillah saya selalu bertemu orang baik. Saat saya masuk perguruan tinggi, guru-guru saya di MAN 1 Kotamobagu selalu membantu saya sampai saya diterima," jelas Fauzan.
"Di situ saya sadar kalau saya tidak sendirian, masih banyak yang perduli sama saya," tambahnya.
Fauzan kini hidup bersama saudara kandungnya, Eka Damolawan (25). Walaupun tidak tinggal serumah, namun mereka saling menjaga satu sama lain.
Baca juga: Sintia Putri Narsem Siswa SMK 1 Bulango Selatan, Seniman Muda yang Bercita-cita jadi Perawat
Fauzan diketahui mendapatkan bantuan rumah dari kerabatnya.
Ia juga merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
"Waktu saya daftar KIP-K kemarin, saya masukan sampai 287 sertifikat. Sertifikat itu berasal dari penghargaan yang saya dapatkan, khususnya di bidang MTQ," katanya.
Selain bidang akademik, Fauzan juga aktif berorganisasi.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Duta Kerukunan periode 2022-2024.
Fauzan kerap mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan sejumlah olimpiade provinsi dan nasional.
Semua pencapaian Fauzan tidak lepas dari dukungan dan doa saudara kandungnya.
"Alhamdulillah, walaupun saya terima KIP-K, namun kakak saya dan istrinya selalu turut membantu keperluan saya, mereka sangat baik," ucapnya.
Adapun uang hasil dari hadiah lomba yang Fauzan dapatkan, ia manfaatkan untuk membeli keperluan sekolahnya.
"Uangnya saya belikan kebutuhan sekolah saya, mulai dari pulpen, binder, buku pelajaran, dan kebutuhan lainnya," tuturnya.
Fauzan Damolawan patut menjadi contoh bahwa berkat kerja keras, semangat, dan dukungan dari orang-orang sekitar, setiap orang dapat mencapai kesuksesan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.