Banjir Talumolo Gorontalo
Suasana di Talumolo Gorontalo Memanas, Minta Alat Berat hingga Teriaki Kedatangan Polisi dan Pejabat
Sebelumnya warga meluapkan kemarahan mereka kepada Kadis PUPR Provinsi Gorontalo, Aries Ardianto, yang saat itu ada di lokasi.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TALUMOLO-MEMANAS-Suasana-di-Talumolo-Kota-Gorontalo-memanas-pasca-banjir.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Masyarakat Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo meluapkan kemarahan mereka.
Mereka memblokade jalan utama yang menjadi akses vital di sisi Selatan Gorontalo.
Sebelumnya warga meluapkan kemarahan mereka kepada Kadis PUPR Provinsi Gorontalo, Aries Ardianto, yang saat itu ada di lokasi.
Warga meminta pemerintah segera mendatangkan alat pengeruk.
Suasana memanas saat pihak BWS tiba di lokasi didampingi oleh Kabag Ops Polresta Gorontalo Kota, Kompol Suharjo.
Saat mendatangi kerumunan warga, Suharjo meminta agar masyarakat tenang.
Permintaan mereka dihadirkan alat pengeruk sementara dalam perjalanan.
"Bapak ibu tenang saja, sudah menuju," kata Suharjo.
Warga bukannya tenang, jawaban Suharjo disoraki protes oleh warga.
Atas informasi alat berat yang dalam perjalanan itu, warga diminta untuk membuka blokade jalan.
Permintaan itu justru ditolak mentah-mentah oleh warga.
Awalnya hanya ibu-ibu, namun tak berselang lama, semua warga kompak tak mau membuka jalan.
"Torang (kami) mau, hadirkan alat kemudian keruk ini sungai, kami tidak akan buka blokade," tegas salah seorang warga dengan raut marah.
Untung saja gesekan tak sampai memuncak, diantara puluhan warga, masih ada beberapa orang yang berusaha melerai dan saling mengingatkan.
Keinginan warga ini juga ditegaskan oleh Ketua RT Setempat, Rulin Biki.
"Harus ada alat pengeruk, karena kalau ada hujan pasti begini akibatnya," kata Rulin.
Hingga kini, puluhan masyarakat dan BPJN, BWS, PUPR Provinsi Gorontalo masih berada di lokasi. (*/Jian)