Viral Merendahkan PPPK
Kesya Botutihe PNS Viral Cemooh PPPK Gorontalo, Rupanya Korban Fitnah
Ia diduga mencemooh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kini mengungkapkan bahwa dirinya adalah korban fitnah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/VIRAL-CEMOOH-PPPK-Kesya-Botutihe-PNS-viral-yang-cemooh-PPPK.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Kesya Botutihe, seorang PNS di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, yang sebelumnya viral.
Ia diduga mencemooh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kini mengungkapkan bahwa dirinya adalah korban fitnah.
Klarifikasi ini disampaikan setelah namanya ramai diperbincangkan di media sosial.
Kesya, yang bertugas di Puskesmas Sari Tani, Kecamatan Wonosari, sempat menjadi sorotan publik akibat pernyataannya yang dianggap merendahkan profesi PPPK.
Namun, dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pernyataan yang beredar di media sosial telah dipotong dan dipelintir sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
Kesya rupanya menyebut jika dirinya tak ada niat merendahkan PPPK. Apa yang beredar di media sosial itu sudah kehilangan konteks.
Dalam video klarifikasi, Kesya menceritakan awal mula masalah dirinya hingga berujung pada mencemooh PPPK.
Masalah sebetulnya terjadi di grup pribadi. Awalnya ia dituding meneror salah satu rekannya.
Sebagai informasi, Kesya memiliki grup pribadi dengan sejumah rekannya. Penghuni grup itu hanya ada tujuh orang.
Masalahnya, dalam grup itu ia dituding melakukan teror kepada seorang pria. Meski, tak ada bukti, ia kerap dituduh.
Masalah itu memuncak kala Kesya merasa dimaki-maki sebagai ASN dengan ucapan yang tidak pantas.
Klarifikasi Pihak Dinkes
Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo juga telah melakukan klarifikasi terhadap kasus ini.
Sekretaris Dinas Kesehatan Boalemo, Irvan Hemeto, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima permintaan maaf dari Kesya.
Irvan juga menambahkan bahwa Kesya merupakan pegawai yang tidak memiliki catatan buruk di dinas.
"Memang permasalahan ini hanya dari ruang lingkup mereka dan KB ini memang orangnya secara administratif atau apapun itu tidak ada catatan buruk sama sekali," jelas Irvan.
Irvan juga sedikit menceritakan terkait kejadian yang berlangsung.
"Jadi KB ini di tuduh bahwa sering meneror salah satu rekannya ini," kata Irvan.
Bukan hanya itu, Kesya rupanya difitnah dan dimaki-maki oleh rekannya tersebut.
"Saat live itu sebagai seorang manusia, dia juga naik pitam dan melakukan hal dugaan penghinaan tersebut," Ujarnya.
Terakhir, Irvan mengharapkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
"Kita sebagai pegawai mau dimanapun itu, sharus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dan saya harapkan kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.