Kamis, 19 Maret 2026

Banjir Talumolo Gorontalo

1.000 Rumah di Kelurahan Talumolo Kota Gorontalo Terendam Banjir Bandang

Sebanyak 1.000 rumah lebih terdampak akibat derasnya aliran air yang membawa material lumpur dan puing dari pegunungan.

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 1.000 Rumah di Kelurahan Talumolo Kota Gorontalo Terendam Banjir Bandang
FOTO: Faisal Husuna, TribunGorontalo.com
BANJIR BANDANG - Salah satu rumah warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Talumolo, Kota Gorontalo, Senin (17/3/2025). Warga tampak membersihkan material yang terbawa banjir. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo – Banjir bandang kembali melanda Kota Gorontalo, kali ini menghantam Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya.

Sebanyak 1.000 rumah lebih terdampak akibat derasnya aliran air yang membawa material lumpur dan puing dari pegunungan.

Lurah Talumolo, Mulyadi Mopangga, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding sebelumnya.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut menyebabkan air meluap dengan cepat dan menerjang permukiman warga.

“Sekitar 1.000 lebih rumah warga terdampak di semua RW. Ini banjir bandang terparah yang pernah kami alami,” ujar Mulyadi saat ditemui di lokasi banjir, Senin (17/3/2025).

Menurutnya, dalam bulan Maret saja, banjir bandang sudah berulang kali terjadi, bahkan terlalu sering untuk dihitung.

Setiap kali hujan deras turun dalam waktu lama, wilayah ini hampir pasti diterjang banjir.

“Paling banyak terjadi banjir di bulan ini. Sudah tidak terhitung lagi jumlahnya,” ungkapnya.

Banjir yang membawa lumpur dan bebatuan dari daerah pegunungan tidak hanya merendam rumah-rumah warga.

Sebab, air bah juga menyumbat saluran drainase di sekitar permukiman dan menyebabkan akses Jalan Mayor Dullah tertutup material banjir.

Sebagai respons cepat, pemerintah daerah mengerahkan dua unit ekskavator untuk membersihkan timbunan lumpur dan puing-puing yang menghambat jalur air serta akses jalan.

“Alhamdulillah, tadi sudah ada dua alat berat yang dikerahkan untuk membantu membersihkan material,” kata Mulyadi.

Warga yang terdampak kini hanya bisa berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret guna mengatasi permasalahan ini.

Gubernur juga berupaya mencari solusi jangka panjang agar banjir bandang tidak terus berulang di wilayah mereka.

Alat Berat Dikerahkan

Dua alat berat ekskavator akhirnya dikerahkan untuk membersihkan material lumpur dan puing-puing yang terbawa banjir bandang di Talumolo, Kota Gorontalo.

Kehadiran alat berat ini disambut dengan antusias oleh warga yang sejak pagi berjibaku membersihkan sisa-sisa banjir di permukiman mereka.

Salah satu warga, Rona Husain, mengungkapkan bahwa ekskavator pertama mulai beroperasi sejak pukul 09.00 Wita.

Sedangkan ekskavator kedua baru tiba sekitar pukul 12.30 Wita untuk fokus membersihkan area sekitar jembatan.

"Alhamdulillah, pagi tadi satu ekskavator sudah mulai membersihkan jalan. Siang ini, satu lagi datang untuk membersihkan material di sekitar Jembatan Talumolo," ujar Rona.

Wali Kota Tinjau Langsung, Warga Tetap Geram

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, juga terlihat turun langsung ke lokasi untuk meninjau pengerukan material lumpur yang menumpuk di beberapa titik.

Namun, meski alat berat telah dikerahkan, kemarahan warga tak bisa dibendung.

Pantauan di lokasi menunjukkan dua ekskavator sibuk mengangkat material lumpur di Jalan Mayor Dullah dan Jembatan Talumolo.

Akibatnya, kemacetan panjang hingga satu kilometer pun tak terhindarkan.

Para pengendara yang hendak menuju Pelabuhan Gorontalo terpaksa menunggu berjam-jam atau bahkan memilih putar balik.

Sebagian warga masih sibuk membersihkan lumpur yang masuk ke rumah mereka.

Selain itu, ada juga yang meluapkan kekesalannya kepada pihak berwenang yang dianggap lamban dalam menangani permasalahan ini.

Banjir bandang yang melanda sejak pagi hari menyebabkan rumah-rumah warga di sekitar Jembatan Talumolo dipenuhi lumpur.

Begitu air surut, puluhan warga langsung bergotong royong membersihkan jalan dan permukiman mereka.

Namun, rasa frustrasi mereka memuncak ketika melihat beberapa pihak hanya datang untuk mengambil foto dan melakukan survei tanpa tindakan nyata.

"Wuuu, cuma habis di foto, survei terus!" teriak seorang ibu dengan nada kesal.

Tak hanya itu, warga bahkan sempat melarang kendaraan melintas karena kondisi jalan yang masih penuh lumpur dan dalam proses pembersihan.

Ketua RT setempat, Rulin Biki, menegaskan bahwa warga tak akan membuka jalan sebelum alat pengeruk sungai didatangkan.

"Dorang (mereka) ini cuma butuh alat. Kami minta sungai dikeruk, karena kalau banjir, pasti seperti ini lagi jadinya," tegas Rulin.

Mereka bersikeras tak akan membiarkan kendaraan melintas hingga permintaan mereka untuk pengerukan sungai dipenuhi.

Bagi warga, banjir seperti ini bukan kejadian pertama, dan tanpa langkah nyata dari pemerintah, mereka yakin bencana ini akan terus berulang.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved