Sabtu, 14 Maret 2026

Festival Obor Gorontalo

Makna Festival Obor bagi Masyarakat Gorontalo: Cahaya dalam Kehidupan

Festival Obor digelar masyarakat di Jl Raja Eyato, Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Sabtu (16/3/2025).

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Makna Festival Obor bagi Masyarakat Gorontalo: Cahaya dalam Kehidupan
TribunGorontalo.com/Hand Over
FESTIVAL OBOR - Anak-anak Taman Pendidikan Alquran (TPQ) membawa obor di Jl Raja Eyato, Kelurahan Molosipat W, Kota Gorontalo, Sabtu (15/3/2025) malam. Festival ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat. 

TRIBUNGORONTALO.COM Festival Obor digelar masyarakat di Jl Raja Eyato, Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Sabtu (16/3/2025).

Acara yang berlangsung mulai pukul 20.00 Wita ini merupakan tradisi perayaan malam qunut atau Ramadan ke-15.

Ribuan warga tumpah ruah di jalanan. Anak-anak dari Taman Pendidikan Alquran (TPQ) membawa obor.

Festival Obor seketika menghadirkan nostalgia kala warga masih mengandalkan obor sebagai penerang jalan menuju masjid.

Agenda ini dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie.

Ada pula tokoh masyarakat hingga sejumlah anggota kepolisian yang menjaga acara tetap berjalan kondusif.

Antusiasme tinggi dari masyarakat menyebabkan kepadatan di sepanjang rute Festival Obor. Kemacetan pun tak terhindarkan di sepanjang Jl Raja Eyato.

Festival Obor Carnaval Budaya ini tidak sekadar tradisi tetapi juga memiliki makna mendalam bagi masyarakat.

Tuti (30), warga Gorotalo, mengatakan bahwa agenda ini menjadi simbol kebersamaan dan persatuan.

“Setiap tahun saya selalu ikut festival ini bersama keluarga. Menyalakan obor dan berjalan bersama-sama, mengingatkan kita untuk selalu menjaga persatuan dan tradisi,” ujar Tuti.

Sementara bagi Andi (28), pemuda Molosipat W, mengungkapkan Festival Obor mengajarkan arti penerangan, baik secara fisik maupun batin.

“Obor yang menyala melambangkan cahaya dalam kehidupan. Festival ini mengajarkan kita untuk tetap berbagi kebaikan kepada sesama,” katanya.

Festival ini juga menarik perhatian wisatawan. 

Agung (25), seorang pendatang yang baru pertama kali menghadiri Festival Obor, mengaku terkesima dengan euforia masyarakat.

“Saya baru pertama kali melihat festival ini secara langsung, dan ini luar biasa! Suasana yang penuh cahaya, nyanyian, dan kebersamaan benar-benar membuat pengalaman yang berkesan,” tuturnya.

Selain sebagai ajang pengenalan budaya dan spiritual, Festival Obor juga dinilai berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM. 

Siti (40), pedagang makanan di lokasi festival, merasakan peningkatan penjualan yang signifikan selama acara berlangsung.

“Setiap festival seperti ini, dagangan saya selalu laris. Banyak orang datang mencari makanan. Ini sangat membantu kami para pedagang kecil,” jelasnya.

Baca juga: 5.000 Porsi Kolak Gratis untuk Pengunjung Festival Obor Carnaval Budaya 2025 di Kota Gorontalo

Adapun Festival Obor Carnaval Budaya 2025 diisi berbagai rangkaian acara. Dimulai dari ribuan obor yang dinyalakan secara serentak.

Ada pula penampilan marching band dari Universitas Negeri Gorontalo.

Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menekankan pentingnya Festival Obor dalam mendukung sektor pariwisata daerah.

"Kami Pemerintah Provinsi Gorontalo mencanangkan pariwisata sebagai salah satu program unggulan.

"Festival seperti ini sangat membutuhkan peran generasi muda untuk berinovasi dan berkreasi di bidang pariwisata, paling tidak untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif,” papar Gusnar.

 

(Mawar Hardiknas Tasya Datunsolang/Peserta Magang Universitas Negeri Gorontalo)
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved