Perang Rusia Ukraina

AS Optimistis, Tapi Waspada: Kesepakatan Gencatan Senjata Ukraina Makin Dekat?

Dunia kini menanti dengan penuh harap—dan juga kecemasan—apakah perang ini akan segera berakhir atau hanya mengalami jeda sementara sebelum babak baru

Editor: Wawan Akuba
Getty
Seorang tentara Rusia di medan perang. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Amerika Serikat mengisyaratkan optimisme yang hati-hati terkait potensi kesepakatan gencatan senjata dalam perang Ukraina.

Penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump, Mike Waltz, menyatakan bahwa ada tanda-tanda positif dalam negosiasi yang sedang berlangsung, meski tantangan masih membayangi.

Pernyataan ini muncul setelah utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, terbang ke Moskow untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Witkoff dijadwalkan bertemu dengan Putin di Kremlin pada Kamis malam guna membahas proposal Washington untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa diplomasi sedang bekerja keras di balik layar.

Putin Setuju, Tapi dengan Syarat

Ukraina telah lebih dulu menyetujui rencana pemerintahan Trump untuk melakukan jeda tempur selama 30 hari, dalam pertemuan yang berlangsung di Arab Saudi awal pekan ini.

Namun, rencana ini hanya bisa terlaksana jika Rusia juga memberikan lampu hijau.

Meski Putin sempat menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata, ia kemudian mengajukan sejumlah persyaratan yang dapat memperlambat proses perundingan.

Situasi ini membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah Moskow benar-benar ingin menghentikan perang atau hanya ingin memperpanjang negosiasi demi keuntungan strategisnya?

Pertemuan Misterius: Witkoff dan Putin Benar-benar Bertemu?

Hingga Jumat pagi, belum ada kejelasan apakah pertemuan antara Witkoff dan Putin benar-benar terjadi.

Sebelumnya, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, mengonfirmasi bahwa pertemuan telah dijadwalkan.

Namun, media Rusia maupun AS belum merilis laporan resmi terkait hasilnya.

Laporan dari media Rusia, Izvestia, menyebutkan bahwa iring-iringan mobil Witkoff terlihat di Moskow.

Ia dikabarkan menghabiskan sekitar satu jam di Kedutaan Besar AS pada Kamis malam sebelum konvoinya menuju bandara.

Namun, tidak ada konfirmasi apakah Witkoff benar-benar berada di dalam pesawat yang lepas landas.

AS-Ukraina Bahas Peta Perdamaian

Dalam wawancara dengan Sean Hannity di Fox News, Waltz memberikan gambaran lebih dalam tentang perundingan AS dan Ukraina di Arab Saudi.

Ia menyebut delegasi Kyiv sebagai pihak yang "sangat kooperatif" dan bahkan telah membahas peta wilayah sebagai langkah konkret untuk mencapai solusi damai.

Ketika Hannity menyinggung kemungkinan syarat kesepakatan, termasuk kesepakatan sumber daya mineral AS-Ukraina.

Juga kehadiran pasukan Eropa untuk menjaga perdamaian, Kyiv yang mungkin harus mengorbankan ambisinya bergabung dengan NATO, serta kemungkinan penyerahan sebagian wilayah Donbas ke Rusia, Waltz tidak membantah.

"Anda tidak salah dalam semua itu... kami sedang membahas semua hal tersebut dengan kedua belah pihak," ujar Waltz, memberi isyarat bahwa negosiasi berjalan lebih kompleks daripada yang terlihat di permukaan.

Pemerintahan Trump tampaknya berupaya mencari solusi jangka panjang yang dapat menjamin keamanan Ukraina dengan dukungan dari negara-negara Eropa.

Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apakah negosiasi ini benar-benar akan membawa perdamaian, atau justru menjadi babak baru dalam diplomasi berkepanjangan?

Dunia kini menanti dengan penuh harap—dan juga kecemasan—apakah perang ini akan segera berakhir atau hanya mengalami jeda sementara sebelum babak baru konflik dimulai. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved