DPRD Provinsi Gorontalo

DPRD Provinsi Gorontalo Kena Efisiensi Anggaran Rp 20 Miliar, Paling Besar Perjalanan Dinas 

DPRD Provinsi Gorontalo mengalami pemangkasan anggaran sekitar Rp 20 miliar.

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
EFISIENSI ANGGARAN - Kantor DPRD Provinsi Gorontalo di Jalan By Pass, Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Provinsi Gorontalo. Efisiensi anggaran memaksa DPRD Provinsi Gorontalo harus memangkas anggaran. 

TRIBUNGORONTALO.COM – DPRD Provinsi Gorontalo mengalami pemangkasan anggaran sekitar Rp 20 miliar.

Hal itu menyusul kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025, serta SE Kemendagri Nomor 900/833/SJ tentang penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja dalam APBD. 

Sekretaris Dewan, Sudarman Samad mengaku jika DPRD Provinsi Gorontalo termasuk lembaga yang tidak luput dari efisiensi anggaran.

Anggaran yang diefisiensikan itu mencakup berbagai jenis kebutuhan. 

Adapun item yang mengalami efisiensi di DPRD Provinsi Gorontalo meliputi perjalanan dinas (perjadis) anggota, alokasi belanja alat tulis kantor (ATK) hingga makan/ minum.

"Dari total anggaran yang dipangkas sekitar Rp 20 miliar itu, paling banyak untuk perjadis," ungkap Sudarman, Kamis (13/3/2025).

Atas pemangkasan ini, Sudarman menjelaskan beberapa item kegiatan harus disiasati agar penggunaannya tepat dan efektif.

Baca juga: BREAKING NEWS: Irjen Pol Eko Wahyu Prasetyo Jabat Kapolda Gorontalo

"Misalnya kalau ada pertemuan yang sifatnya koordinasi, kita bisa via zoom," imbuhnya. 

Ramdan Liputo, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fraksi PKS juga membenarkan adanya pemangkasan anggaran sebesar Rp 20 miliar. 

Ia juga mengaku alokasi anggaran paling banyak dilakukan efisiensi untuk perjalanan dinas.

Bagi Ramdan, efisiensi tersebut tidak jadi persoalan jika penggunaannya tepat sasaran. 

"Apalagi ini intruksi jelas dari pemerintah pusat, juga termasuk perintah dari DPP PKS," tukasnya. 

Item yang paling dirasakan usai efisiensi ini adalah kegiatan reses. 

Pasalnya juga ada kegiatan pendukung reses lainnya yang mengalami efisiensi. 

Biasanya kata Ramdan, masyarakat sangat antusias ikut reses karena ada alokasi perjalanan dinas.

Namun dengan kondisi saat ini, Ramdan berharap masyarakat tetap menaruh animo yang sama. 

"Harapan kepada pemerintah, aspirasi mereka warga dalam Pokir itu harus bisa direalisasikan," pungkasnya. 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved