Banjir di Gorontalo
Warga Kelurahan Tenda di Kota Gorontalo Dihantui Genangan Air dan Pasir dari Gunung
Curah hujan yang tinggi memberikan rasa was-was bagi warga di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulothalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Genangan-Air-dan-Pasir-dari-Gunung-gdhfg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo--Curah hujan yang tinggi memberikan rasa was-was bagi warga di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulothalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pasalnya kelurahan tersebut jadi langganan banjir setiap hujan melanda.
Apalagi lorong warga yang terdapat deretan rumah dari Barat ke Timur itu kini menjadi jalannya air.
Fatmah Hamza (44), warga setempat mengatakan setiap hujan dengan intensitas tinggi aliran air akan deras di lokasi tersebut.
Apalagi air gunung itu membawa pasir hingga masuk ke pemukiman warga. Bahkan jalan telah tertimbun dengan pasir.
"Ini sudah jadi jalur air setiap hujan yang lama dan lebat pak," ungkapnya saat diwawancarai oleh Tribun Gorontalo, Rabu (12/4/3025).
Baca juga: Kultum Ramadan, Moh Affan Moputy - Ajak Perbanyak Kultum Membaca Al-Quran di Bulan Ramadan
Menurut Fatmah penyebab banjir dikarenakan penampungan air yang berada di atas gunung kelurahan itu sudah penuh sehingga air meluap.
"Jadi penampungan di gunung itu sudah penuh jadi air dan pasir itu sudah sampai di jalan hingga masuk ke rumah warga, termasuk rumah saya," kata Fatmah.
Tidak hanya itu, pintu dari muara air saat ini sudah dipenuhi pasir yang dibawa dari gunung.
Maka dengan kondisi ini, air tersumbat dan naik hingga ke pemukiman warga yang berada di sekitar muara tersebut.
"Pintu air itu sudah penuh dengan pasir maka air tidak bisa keluar lagi, nah ini jadi penyebab air naik hingga ke rumah kami," bebernya.
Di kelurahan tersebut terdapat dua titik yang menjadi aliran air. Di bagian Utara dan Selatan.
"Terdapat dua titik jadi langganan aliran air dari gunung, dan itu sering banjir," bebernya.
Sementara itu, Rini Lapolalang (39) juga warga sekitar menyebutkan kondisi ini sudah dialami warga berpuluh-puluh tahun lamanya.
"Sudah lama memang, di Kelurahan Tenda ini jadi dampak banjir," ucapnya.