Kebakaran Rumah Pilohayanga
Mata Razak Nune Berkaca-kaca Ceritakan Rumahnya di Pilohayanga Gorontalo Terbakar
Bagaimana tidak, dua rumahnya ludes seketika gara-gara kebakaran yang terjadi Rabu sore tadi (12/3/2025).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Razak-Nune-pemilik-rumah-Rabu-1232025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Razak Nune tak bisa sembunyikan kesedihannya. Matanya berkaca-kaca.
Bagaimana tidak, dua rumahnya ludes seketika gara-gara kebakaran yang terjadi Rabu sore tadi (12/3/2025).
Padahal kata Razak, ia belum lama keluar rumah membeli obat.
"Saya cuma ada keluar, beli obat di apotek," ungkapnya dengan suara berat, Rabu (12/3/2025).
Razak mangaku membeli obat sakit darah tinggi, ia meninggalkan istri dan cucunya di dalam rumah.
Niatnya membeli obat belum ditunaikan, di tengah jalan ia papasan dengan tiga mobil pemadam kebakaran (Damkar) sekira pukul 14.30 Wita.
Baca juga: Pengangkutan Sampah di Kelurahan Tenda Gorontalo Kerap Terlambat, Warga Terpaksa Buang ke Sungai
Namun siapa sangka, tiga unit pemadam itu justru menuju ke rumah Razak.
Pria paruh baya itu tak mampu berbuat banyak saap si jago merah mulai melalap dan menjalar ke bangunan di sebelahnya.
Razak sendiri mempunyai dua rumah, satu terbuat dari bambu yang telah lama tak ia tinggali.
Sementara bangunan satunya terbuat dari beton, kendati begitu, keduanya sama-sama ludes.
Tak ada barang berharga satupun yang bisa ia selamatkan.
Kobaran api yang besar dan tiupan angin kencang, membuat api dengan cepat menghanguskan sesisi bangunan.
Baca juga: Warga Kelurahan Tenda di Kota Gorontalo Dihantui Genangan Air dan Pasir dari Gunung
Razak masih berharap api tak sampai merambat ke belakang rumah.
Namun prediksinya salah, "Api sampai di dapur, uang semua ada di sini," ungkapnya.
Ia menelan banyak kerugian materil, beruntung tak ada kobran luka dan korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut.
"Cucu saya ada di buye-buye (tempat tidur anak), langsung dibawa keluar saat api mulai masuk ke dalam," jelasnya.
Satu-satunya yang tersisa hanyalah pakaian yang ia kenakan.
Untuk saat ini, Razak dan istrinya harus tidur di rumah anaknya yang bersebelahan dengan rumahnya.
"Anak saya tiga, satu di depan nanti saya tidur di situ," pungkasnya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kebakaran.
Sebelumnya diketahui, rumah di Desa Pilohayanga, Kabupaten Gorontalo, terbakar pada Rabu (12/3/2025).
Dalam rekaman video yang diterima TribunGorontalo.com pada 14.18 Wita, terlihat warga sekitar berjibaku menimba air.
Warga dengan ember seadanya, secara manual memadamkan kobaran api yang semakin membesar.
Saat kejadian, kepanikan melanda warga setempat. Mereka hanya bisa menggunakan ember, gayung, dan alat seadanya untuk menyiram api.
Tak hanya warga, sejumlah anggota kepolisian lalu lintas yang kebetulan berada di lokasi juga ikut membantu memadamkan api.
Namun, upaya tersebut terbukti sulit karena api terus berkobar dan dikhawatirkan dapat merambat ke rumah-rumah lain di sekitarnya.
“Api sudah besar, tapi pemadam belum datang. Warga hanya bisa berusaha sebisanya dengan air seadanya,” ujar seorang saksi mata di lokasi kejadian.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.