Berita Viral
Heboh Fenomena Hujan Es di Kota Yogyakarta, Peneliti Ungkap Penyebabnya
Beberapa waktu lalu masyarakat Kota Yogyakarta dihebohkan fenomena hujan es.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Butiran-es-saat-terjadi-hujan-es-di-Sleman.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Beberapa waktu lalu masyarakat Kota Yogyakarta dihebohkan fenomena hujan es.
Melansir dari Kompas.com, momen langka ini terjadi di sejumlah wilayah.
Kendatipun hanya berlangsung sekira 15 menit, kepanikan terjadi di kawasan kantor KPU Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
Menurut Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryo Samudro, hujan es terjadi di kantornya dimulai dari butiran kecil.
"Hujan es, iya di KPU, dari awal 15 menit ada. Kecil-kecil terus besar-besar," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa.
Kantor KPU yang berlokasi di Jalan Magelang Nomor 41, Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta, tidak mengalami kerusakan berarti akibat fenomena ini.
"Belum, hanya bocor karena deresnya (hujan)," tambah Noor.
Sementara itu, seorang pekerja di Jalan Magelang, Andhia Rizky, mengungkapkan bahwa hujan es terjadi setelah hujan biasa disertai angin kencang.
"Sebelumnya hujan biasa lalu disertai angin, baru muncul hujan es 5 sampai 10 menit. Tidak ada yang rusak," ujarnya.
Hujan es juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sleman, khususnya di kawasan Ringroad Barat dan Ngaglik.
Pantauan Tribunjogja.com mencatat bahwa butiran es sebesar kerikil menghantam atap rumah serta bangunan perkantoran.
Salah seorang warga Sleman, Hamim, bahkan sempat mengabadikan momen hujan es di Ngaglik.
Pantauan Tribunjogja.com mencatat bahwa butiran es sebesar kerikil menghantam atap rumah serta bangunan perkantoran.
Salah seorang warga Sleman, Hamim, bahkan sempat mengabadikan momen hujan es di Ngaglik.
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem
Sebelum hujan es terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada pukul 14:25 WIB.
BMKG memperkirakan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di berbagai wilayah DIY, termasuk Kabupaten Sleman dan Kulon Progo.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 15:40 WIB.
Baca juga: Cek NIK KTP Penerima Bansos PKH Maret 2025, Data Diperbarui Berkala
Apa Penyebab Hujan Es?
Amien Widodo, seorang peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, memberi penjelasan terkait fenomena hujan es.
Menurutnya, hujan es terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat besar dan gelap.
"Dengan didukung suhu permukaan yang rendah, hujan yang akan turun bisa berbentuk butiran es," jelas Amien, dilansir dari situs resmi ITS.
Selain itu, awan Cumulonimbus juga dapat membawa angin puting beliung yang sangat kencang, yang semakin memperparah dampak dari hujan es.
Amien juga mengingatkan bahwa perubahan iklim yang terjadi belakangan ini berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, termasuk hujan es.
"Hal ini yang perlu mendapat perhatian serius oleh semua orang, karena hujan es termasuk buntut dari perubahan iklim tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, Amien menjelaskan bahwa hujan es yang berukuran besar dapat menyebabkan kerusakan seperti pecahnya kaca atau genting rumah.
"Namun, angin puting beliung yang datang bersamaan dengan hujan es yang lebih harus diwaspadai karena bersifat lebih merusak," tandasnya.
Meskipun hujan es sulit diprediksi dengan pasti, masyarakat diminta untuk tetap waspada, terutama saat musim penghujan.
Amien menyarankan agar konstruksi bangunan lebih dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan hujan es yang disertai angin puting beliung di masa mendatang.
(TribunGorontalo.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hujan Es Terjadi di Jogja, Apa Penyebabnya?"
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.