Minggu, 8 Maret 2026

Kultum Ramadan 2025

Kultum Ramadan, Marsya Ayu Sunandar: Ajak Upgrade Baterai Iman, Bukan Hanya Baterai HP

Kultum ini mengingatkan pentingnya tidak hanya menjaga kebugaran fisik selama Ramadan, tetapi juga meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Minarti Mansombo

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Memasuki hari ke-10 Ramadan, mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Marsya Ayu Sunandar, menyampaikan Kultum Ramadan (Kurma) dengan tema "Ramadhan Bukan Sekadar Puasa: Upgrade Baterai Iman, Bukan Hanya Baterai HP".

Kultum ini mengingatkan pentingnya tidak hanya menjaga kebugaran fisik selama Ramadan, tetapi juga meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kultum Ramadan yang dibawakan Marsya merupakan bagian dari program kerja sama antara Mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan TribunGorontalo.com.

Program ini tayang setiap hari di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com pada pukul 17.00 WITA.

Dalam kultumnya, Marsya menyoroti bagaimana masyarakat modern sangat khawatir ketika baterai ponsel mereka hampir habis, tetapi seringkali lupa untuk mengecek baterai iman mereka sendiri.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sidang Korupsi Perdana Hamim Pou Eks Bupati Bone Bolango Gorontalo

Ia menekankan bahwa Ramadan adalah momen yang diberikan Allah sebagai power bank terbesar untuk mengisi kembali keimanan dan ketakwaan.

Marsya mengutip QS. Al-Baqarah: 183, yang menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah untuk meningkatkan ketakwaan:

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Ia menegaskan bahwa jika setelah Ramadan iman seseorang tetap sama atau bahkan menurun, berarti ada yang perlu diperbaiki dalam cara menjalani ibadah puasa.

"Kadang kita panik kalau HP kita lowbat, langsung cari charger. Tapi, kapan terakhir kali kita mengecek baterai iman kita? Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa ada perubahan dalam diri kita," ujar Marsya dalam kultumnya.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari, yang menyatakan bahwa barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Lebih lanjut, Marsya mengingatkan bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hati, pikiran, dan perbuatan dari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa.

Rasulullah SAW bersabda:

"Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. Ahmad)

"Percuma kalau kita puasa tapi masih suka ghibah, marah-marah, atau malas ibadah. Ramadan ini kesempatan buat kita ngecas iman kita, bukan cuma ngecas HP," lanjutnya.

Agar Ramadan benar-benar memberikan dampak dalam kehidupan sehari-hari, Marsya membagikan beberapa cara untuk meng-upgrade iman selama bulan suci ini.

Pertama perbanyak membaca al-qur’an. Jika ponsel membutuhkan listrik, maka iman membutuhkan Al-Qur’an. Membaca dan memahami makna Al-Qur’an adalah cara terbaik untuk mengisi hati dengan cahaya iman.

Lalu menjaga shalat lima waktu dan shalat sunnah. Jangan sampai rajin mengisi daya ponsel, tetapi lupa mengisi hati dengan shalat. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki kualitas shalat dan menambah ibadah sunnah.

Kemudian menahan diri dari hal-hal yang merusak puasa. Puasa bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari gosip, amarah, dan hal-hal negatif lainnya yang bisa mengurangi pahala ibadah.

Baca juga: THR Lebaran 2025 untuk Driver Ojek Online, Dibayarkan Paling Lambat H-7 Lebaran

Selanjutnya perbanyak sedekah dan amal kebaikan. Ramadan adalah bulan di mana pahala dilipatgandakan. Oleh karena itu, berbagi dengan sesama dan membantu orang lain menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Di akhir kultumnya, Marsya mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

"Jangan sampai kita hanya sibuk ngecas HP, tapi lupa ngecas hati dan iman kita. Mari manfaatkan Ramadan ini untuk benar-benar meningkatkan kualitas diri, karena kita tidak tahu apakah kita masih bisa bertemu Ramadan tahun depan atau tidak," tuturnya

"Semoga Ramadan kali ini menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan iman dan ketakwaan. Wallahu a’lam bish-shawab," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved