Selasa, 17 Maret 2026

Berita Pemprov Gorontalo

Pemerintah Gorontalo Bakal Rutin Pantau Harga Gula Jelang Lebaran 2025 Karena Rawan Inflasi

Harga gula di Gorontalo saat ini telah melampaui harga gula secara nasional yakni Rp20 ribu sehingga itulah yang menjadi pemicu inflasi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Pemerintah Gorontalo Bakal Rutin Pantau Harga Gula Jelang Lebaran 2025 Karena Rawan Inflasi
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
INFLASI DI GORONTALO : Sekda Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, Senin (10/3/2025). Pemrov akan pantau harga komoditas jelang lebaran Idul Fitri 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah Gorontalo melakukan pemantauan secara rutin bagi harga sembako menjelang Lebaran 2025.

Sembako yang dipantau terkhusus pada harga gula sebab bisa menaikkan inflasi di Provinsi Gorontalo.

Harga gula di Gorontalo saat ini telah melampaui harga gula secara nasional yakni Rp20 ribu

"Harga nasional naik antara Rp 18-19 ribu, sementara Gorontalo Rp 20 ribu, lebih sedikit dari harga nasional," ungkap Sofian Ibrahim, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo kepada TribunGorontalo.com usai rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi, Senin (10/3/2025).

Baca juga: Hikmah Puasa ke-10: Merawat Kemabruran Puasa, Rahasia Pengabulan Doa

Meskipun harga gula rawan menyebabkan inflasi karena sudah melebihi dari harga nasional, namun kata Sofian kondisi inflasi di Gorontalo secara umum masih aman.

Angka inflasi dari month to month dan year to year, masih sama dengan koordinasi minggu sebelumnya.

"Justru yang berubah itu indeks perkembangan harga (IPH)," ujarnya.

Untuk menstabilkan sejumlah komoditas yang rawan terjadi perubahan harga, pihaknya rutin melakukan pemantauan di lapangan.

Sebagai contoh harga cabai sebelumnya naik drastis hingga Rp 130 ribu, kini sudah mulai turun Rp 60 ribu, bahkan ada Rp 50 ribu.

"Cabai rawit yang kita khawatirkan akan mengganggu inflasi, alhamdulillah sudah turun," jelasnya.

Hanya saja pemerintah harus bekerja lebih ekstra lagi untuk menjaga harga gula tidak mempengaruhi inflasi.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Nilai Zakat Se-Gorontalo hingga Daftar Vonis 5 Terdakwa Kasus GOR David Tonny

Sementara itu, Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo meminta agar Bulog dapat melakukan pemantauan dan pengawasan pengukuran air jagung yang kerap merugikan petani.

Kejadian di lapangan, kadar air yang sudah diukur petani sering kali tidak sama dan lebih tinggi setelah dilakukan pengukuran di gudang pengumpul jagung.

“Menurut petani sudah diukur kadar air 14 persen, tapi ketika dibawa ke gudang, kadar airnya lebih tinggi sehingga harganya juga jatuh. Saya minta ada petugas lapangan Bulog dan Dinas Pertanian di gudang pengumpul jagung untuk mengawasi pengukuran kadar air,” pungkasnya.

Provinsi Gorontalo Inflasi 0,10 persen, Pemprov Imbau Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved