Kamis, 19 Maret 2026

Berita Viral

Minyak Goreng Merk MinyaKita Diduga Oplosan Bahkan Kemasan 1 Liter Ternyata Isinya Hanya 750 Ml

Andi Amran Menteri Pertanian RI menemukan tiga perusahaan MinyaKita tidak sesuai dengan takaran. Penemuan ini saat Andi Amran Sulaiman secara mendadak

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Minyak Goreng Merk MinyaKita Diduga Oplosan Bahkan Kemasan 1 Liter Ternyata Isinya Hanya 750 Ml
Dok. Kompas.com
MINYAKITA TIDAK SESUAI TAKARAN - Minyak Goreng Merk MinyaKita Diduga Oplosan Bahkan Kemasan 1 Liter Ternyata Isinya Hanya 750 Ml. Andi Amran Menteri Pertanian RI menemukan tiga perusahaan MinyaKita tidak sesuai dengan takaran. Penemuan ini saat Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/3/2025) kemarin. 

TRIBUNGORONTALO.COM-Media sosial dihebohkan dengan minyak goreng merk MinyaKita dimana memperlihatkan bahwa minyak bersubsidi kemasan 1 liter ternyata berisi 750 ml.

Andi Amran Menteri Pertanian RI menemukan tiga perusahaan MinyaKita tidak sesuai dengan takaran.

Penemuan ini saat Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/3/2025) kemarin.

"Ini merupakan pelanggaran serius, Minyakita kemasan yang seharusnya berisi 1 liter ternyata hanya memiliki volume 750 hingga 800 mililiter," ujar Amran dalam keterangan resminya, Sabtu.

Baca juga: Di Informa Gorontalo, Pastiketemu Inspirasi Persiapan Momen Ramadan dan Hari Raya Lebaran

Untuk diketahui, Minyakita diproduksi oleh tiga badan usaha yakni PT AEGA, Koperasi KTN, dan PT TI.

Amran mengatakan praktik curang penyunatan isi takaran tidak bisa ditoleransi.

Dengan pelanggaran ini, Amran bahkan meminta perusahaan diproses hukum dan ditutup.

"Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan pasokan dan kualitas pangan, salah satunya minyak goreng bagi masyarakat, tetapi justru menemukan pelanggaran," imbuhnya.

Tak Sesuai HET

Kekecewaan Amran bertambah setelah melihat kecurangan lain.

Ia menemukan harga jual Minyakita lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Minyak ini dijual sampai Rp 18.000 per liter, padahal di kemasan tertulis HET Rp 15.700 per liter.

"Kita tidak boleh membiarkan praktik semacam ini terus terjadi. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi kepentingan masyarakat," ucap dia.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan Bareskrim Polri untuk menindak dan memberi hukuman apabila terbukti ada pelanggaran.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Minggu 9 Maret 2025, BMKG: Terdapat 28 Wilayah Hujan Lebat Termasuk Gorontalo

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim dan Satgas Pangan. Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan ini harus ditutup dan izinnya dicabut," kata Amran.

Dugaan Minyakita Oplosan

Sementara itu di Medan, Sumatra Utara, DPRD Kota Medan mendesak agar dinas terkait segera bertindak cepat melakukan razia pasar demi memastikan Minyakita aman dari produk oplosan.

Diketahui, sejumlah warganet menduga Minyakita dioplos dengan minyak curah. 

Anggota DPRD Medan, Binsar Simarmata menyampaikan agar Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk segera membentuk tim dan menurunkan ke sejumlah pasar tradisional. Dengan tujuan untuk melakukan pemeriksaan minyak goreng bersubsidi  Minyakita.

"Kita sudah dengar di media sosial viral adanya dugaan minyak goreng cap Minyakita yang dioplos dari minyak curah dengan jumlah yang tidak sesuai."

"Walau santer di Pulau Jawa tapi telah menimbulkan rasa kekhawatiran bagi para kaum ibu di Kota Medan. Jadi, kita harapkan Diskoperindag untuk segera turun ke pasar-pasar tradisional untuk melakukan pemeriksaan," kata Binsar, Jumat (7/3/2025).

Dari laporan yang diterima dewan secara langsung, saat ini sebagian kaum ibu lebih memilih membeli minyak goreng bermerek. 

"Kondisi saat ini dirasakan kaum ibu membeli minyak ukuran 1 liter yang bermerek. Dan ini sudah saya lihat secara langsung di sejumlah pasar, termasuk di gerai-gerai modern," ucapnya. 

Binsar berharap dengan adanya penurunan tim ke lapangan di Kota Medan dapat memastikan tidak ada Minyakita palsu atau oplosan. Dengan begitu masyarakat tidak lagi khawatir.

"Minyakita dihadirkan pemerintah di pasaran untuk membantu masyarakat karena dijual harga yang ekonomis sesuai Harga Eceran Tertinggi ( HET) untuk membantu masyarakat, tapi sekarang justru telah membuat rasa khawatir masyarakat dengan tidak lagi mau memakainya," pungkasnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved