Kultum Ramadan 2025
Kultum Ramadan - Saadia Balalangi Ajak Umat Islam 'Glow Up' Iman di Bulan Ramadan
Memasuki hari ke-8 Ramadan, mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Saadia Balalangi, menyampaikan Kultum Ramadan (Kurma).
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Memasuki hari ke-8 Ramadan, mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Saadia Balalangi, menyampaikan Kultum Ramadan (Kurma).
Saadia mengangkat tema "Glow Up Iman di Ramadan, Gak Cuman Fisik Doang".
Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.
Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita.
Kultum yang dibawakan Saadia ini mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menjaga kebugaran fisik, tetapi juga momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam kultumnya, Saadia menyoroti fenomena di mana banyak orang fokus merawat tubuh selama Ramadan, seperti menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan kulit, tetapi lupa untuk merawat hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, yang menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah untuk meningkatkan ketakwaan.
Baca juga: Kultum Ramadan: Mengajak Generasi Muda Ubah Insecure jadi Bersyukur
"Ramadan ini harus jadi bulan di mana kita benar-benar fokus memperbaiki diri, bukan cuma dari luar, tapi juga dari dalam. Kadang kita sibuk ngerawat kulit biar glowing, tapi hati kita malah kering karena jauh dari alquran," ujar Saadia.
Ia juga mengingatkan bahwa selama Ramadan, Allah telah memberikan kesempatan besar untuk perubahan diri dengan membuka pintu surga, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan.
Oleh karena itu, jika seseorang masih sulit berubah, bukan karena gangguan setan, melainkan kurangnya niat dan usaha.
Selain itu, ia menekankan pentingnya merawat hati dengan memperbanyak zikir, istighfar, membaca alquran, serta meningkatkan ibadah wajib dan sunnah.
Saadia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal daging, yaitu hati. Jika hati itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya.
Di akhir kultumnya, Saadia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan yang berkelanjutan.
“Jangan sampai kita termasuk orang yang puasanya hanya mendapatkan lapar dan haus tanpa ada perubahan dalam diri. Mari kita manfaatkan Ramadan ini sebaik mungkin untuk glow up iman, bukan hanya fisik," tutupnya. (*)