Sabtu, 28 Maret 2026

Banjir Talumolo Gorontalo

Warga Talumolo Korban Banjir Nantikan Kedatangan Wali Kota Gorontalo: Kami Mau Mengeluh

Sejumlah warga Kelurahan Talumolo menantikan kedatangan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Warga Talumolo Korban Banjir Nantikan Kedatangan Wali Kota Gorontalo: Kami Mau Mengeluh
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KORBAN BANJIR: Foto Hawaria Pakaya, warga Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (5/3/2025). Hawaria menantikan kedatangan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah warga Kelurahan Talumolo menantikan kedatangan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.

Hawaria Pakaya, warga Talumolo, mengaku ingin mengeluh sejumlah hal secara langsung kepada pemerintah.

Hawaria diketahui merupakan satu dari puluhan warga Talumolo yang terdampak banjir.

Rumah yang ditinggali Hawaria bersama delapan keluarga lain disebut masih tergenang air hujan.

"Sampai dengan hari ini air di rumah belum surut," kata Hawaria saat ditemui TribunGorontalo.com di Masjid Al-Ikhlas, Talumolo, Kota Gorontalo, Rabu (5/3/2025).

"Ini sudah banyak kali kami keluhkan, mulai ke kelurahan hingga kecamatan," tuturnya.

Adanya saluran yang dibangun bukan justru menjadi solusi.

Elevasi rumah Hawaria yang lebih rendah dari saluran, membuat rumahnya sering tergenang saat hujan.

"Ada got tapi tidak ada tembusan, air tidak ada jalan keluar," keluhnya.

Usai diterjang banjir pada Selasa (4/3/2025) malam, Hawaria bersama keluarga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga lain.

Hawaria menyebut genangan di rumahnya memang paling lama surut jika diterjang banjir.

Kabar mengenai kedatangan Wali Kota Gorontalo ini pun disambut baik oleh Hawaria.

"Mengeluh ke siapa lagi kalau bukan pemerintah," tuturnya.

Adapun sejumlah warga saat ini masih membersihkan sisa material banjir. 

Warga Talumolo Kesulitan Dapat Air Bersih

BANJIR TALUMOLO - Warga Talumolo, Kota Gorontalo, Yusuf bercerita sudah 20 tahun bersahabat dengan banjir sejak 2005. Foto (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang).
BANJIR TALUMOLO - Warga Talumolo, Kota Gorontalo, Yusuf bercerita sudah 20 tahun bersahabat dengan banjir sejak 2005. Foto (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). (FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com)

Diberitakan sebelumnya banjir menerjang Kecamatan Talumolo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Bencana yang datang tiba-tiba itu tak memberikan kesempatan bagi warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga.

Sehingga seluruh perabotan dan stok makanan pun rusak karena diterjang banjir.

Banjir tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kota Gorontalo pada Selasa (4/3/2025) sejak siang hari.

Hujan yang berdurasi lama dengan intensitas yang cukup deras membuat air dari pegunungan merambat ke bawah hingga akhirnya membuat jebol tanggul di Talumolo.

Akibatnya, warga yang tinggal di bantaran jalan air pun menjadi sasaran.

Stok bahan makanan, kompor bahkan mukena tak dapat digunakan lagi.

Bahkan rumah milik warga terendam air dan lumpur.

Seperti rumah milik Harun, warga Talumolo Gorontalo yang juga menjadi korban dari banjir ini.

Ia mengatakan air bersih di rumahnya mati padahal air tersebut akan digunakan untuk membersihkan lumpur dari rumahnya.

"Mati airnya, di sini sampai di belakang," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (4/3/2025) malam.

Kata Harun, sekitar ada 30 rumah yang mati air, yang ada hanyalah air yang berasal dari pegunungan yang sudah bercampur dengan lumpur.

"Mungkin ada sekitar 30-an rumah yang terkena dampaknya," lanjutnya.

Harun pun nampak sibuk menghidupkan mesin untuk membersihkan lumpur dan mengeluarkan air dari dalam rumahnya.

Namun, mesin itu tak kunjung hidup, dan air bersih yang sulit dia dapatkan.

Selain itu Poni Darise yang juga warga Talumolo Gorontalo juga merasakan dampak dari banjir.

Poni tak sempat menyelamatkan barang berharga miliknya.

Ia pun hanya bisa pasrah melihat rumahnya yang terendam banjir dan menunggu air surut.

Bersyukur, untuk berbuka puasa, ia mendapat takjil dari masjid terdekat.

Ia bahkan ketinggalan menunaikan salat magrib, isya dan tarawih akibat mukenanya kotor karena lumpur.

"So kotor pak, tidak bisa salat," keluhnya dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini ia mengaku sangat membutuhkan makanan, untuk makan malam nanti dan sahur. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved