Berita Viral
Wali Kota Yogyakarta Viral Karena Tolak Mobil Dinas Rp3 Miliar, Lebih Pilih Beli Armada Sampah
Dia bahkan menolak adanya pembaruan mobil dinas. Dia malah menyoroti soal armada sampah yang kekurangan di daerahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fgjmtdukmj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Ada satu kepala daerah yang tak ingin diberikan hadiah.
Ya, dia seorang Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Dia bahkan menolak adanya pembaruan mobil dinas.
Dia malah menyoroti soal armada sampah yang kekurangan di daerahnya.
Dilansir dari TribunJatim, Pria yang kerap disapa Hasto ini menolak pemberian mobil sebab mobil dinas yang sebelumnya masih layak digunakan.
Baca juga: Viral di Media Sosial Aksi Ibu-ibu Beli Motor Pakai Kertas Bertuliskan Rp10 Miliar
Adapun uang anggaran mobil dinas tersebut akan dialihkan ke sektor lain, yakni untuk membuat gerobak sampah.
Memilih untuk membeli gerobak sampah, sosok kepala daerah ini menjadi perbincangan.
Anggaran untuk pengadaan mobil dinas mencapai Rp 3 miliar, Wali Kota Yogyakarta pilih menggunakannya untuk beli gerobak sampah.
Kebijakan yang dilakukan oleh Wali Kota Yogya ini selaras dengan pemerintah pusat yang menggunakan anggaran secara efektif dan efisien.
Menolak anggaran Rp 3 miliar untuk mobil Dinas, Hasto menilai mobil dinas saat ini masih berumur 4 sampai 5 tahun, dan masih layak untuk digunakan sebagai mobil dinasnya.
Baca juga: Nekat Naik Gunung Semeru Lewat Jalur Ilegal Pendaki Ini Viral, Kini Berakhir Minta Maaf
Dia berpendapat, anggaran untuk mobil dinas baru senilai Rp 3 miliar lebih baik diperuntukkan untuk gerobak sampah.
“Anggarannya (pengadaan mobil dinas) kan bisa sampai Rp 3 miliar untuk saya dan pak wakil. Itu lebih baik kita pakai untuk bikin gerobak sampah,” ujarnya saat ditemui sesuai serah terima jabatan di Balai Kota Yogyakarta, Senin (3/3/2025), seperti dikutip TribunJatim.com via Bangkapos.com, Selasa.
Mantan Bupati Kulon Progo ini mengatakan, dengan anggaran sebesar Rp 3 miliar akan direfocusing pada perubahan dan digunakan untuk membuat 600 gerobak sampah.
Pihaknya pun sudah menghitung, untuk membuat gerobak sampah menyasar sekitar 600 RW di Kota Yogyakarta, dibutuhkan anggaran lebih kurang Rp3 miliar, dengan harga per unit Rp5 juta.
“Saya akan buat 600an sesuai dengan jumlah RW di Kota Yogyakarta, itu hanya butuh tiga koma sekian miliar dengan rata-rata unitnya Rp 5 juta,” ujarnya.
Baca juga: Anak Kapolda di Kalsel Viral Gegara Pamer Jet Pribadi dan Uang Jajan Miliaran, Begini Gaji Ayahnya