Senin, 9 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Nasib Tenaga Kontrak di Pentadio Resort, Gaji 3 Bulan Belum Dibayar Pemkab Gorontalo

Nasib tenaga kontrak di wisata Pentadio Resort (Pensort), Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo hingga kini belum jelas.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Nasib Tenaga Kontrak di Pentadio Resort, Gaji 3 Bulan Belum Dibayar Pemkab Gorontalo
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
PENJAGA WISATA: Potret tenaga kontrak di Pentadio Resort (Pensort) Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Mereka mengeluhkan gaji yang belum dibayarkan Pemda Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Nasib tenaga kontrak di wisata Pentadio Resort (Pensort), Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo hingga kini belum jelas.

Pasalnya, gaji mereka tak kunjung dibayarkan oleh pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Gorontalo.

Rustam Lamaju (70), penjaga permandian air panas, mengaku dirinya belum gajian dalam tiga bulan terakhir.

"Dari bulan Januari gaji kami belum dibayarkan," ungkapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (5/3/2025).

Bukan kali pertama, Rustam mengaku gaji mereka juga pernah tertunda tiga bulan awal tahun 2024.

Mereka baru menerima haknya pada April 2024. Namun pemerintah hanya membayar gaji satu bulan saja.

"Kami kira akan dirapel. ternyata tidak. Hanya dibayarkan gaji sebulan saja," bebernya.

Bahkan saat ini gaji mereka sebelumnya Rp1 juta, diturunkan menjadi Rp 500 ribu.

"Awalnya satu juta pak tapi bulan Desember kemarin sudah diturunkan menjadi Rp 500 ribu," jelasnya.

Rustam pun terpaksa harus bekerja serabutan di tempat lain untuk mencari tambahan pemasukan.

"Masih ada usaha sedikit-sedikit di luar tapi memang kondisi ini sudah seperti ini setiap pergantian tahun, masih perpanjangan SK. Satu bulan hingga dua bulan kami belum menerima gaji tapi akan dirapel itu," bebernya.

Kata Rustam, pekerjaannya di Pentadio Resort menjadi satu-satunya harapan untuk menyambung hidup. 

Untungnya, anak-anaknya sudah menikah dan sering membantu kebutuhan sehari-hari Rustam dan istri.

Rustam mengaku telah bekerja sejak awal Pentadio Resort dibuka. Ia tetap sabar bertahan di tengah ketidakpastian upah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Modus Judi Lomba Lari di Telaga Gorontalo Dibongkar Polisi, 3 Pemuda Terciduk

Apalagi, kata Rustam, dirinya bukanlah lulusan sarjana yang mudah mendapatkan pekerjaan di luar. 

"Kami ini sampai sekarang tidak tahu apakah kami masih akan dipakai pemerintah untuk bekerja atau tidak, sebab kami belum diinfokan soal itu," tegasnya.

Pendapat serupa dilontarkan Yakob Usman (53).

Yakob juga penjaga pemandian air panas sekaligus pemangkas rumput sejak 2007.

"Kadang diminta jaga loket masuk," tambah Yakob.

Menurut Yakob, pihak Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Gorontalo telah berjanji akan segera membayar gaji mereka. 

"Kami cuma diminta kerja terus. Katanya ada-ada (gaji) tapi sampai saat ini tidak ada," ucap Yakob dengan nada pilu.

Selama ini, Yakob berusaha mengikuti arahan Disparpora. Ia bekerja tanpa mengeluh dan membantah sedikit pun. 

Hanya saja, sampai saat ini Yakob belum mengetahui kejelasan pembayaran gaji.

"Padahal apa pun diperintah ke saya, selalu saya ikuti, dengan harapan segera dibayarkan gaji kami," terang Yakob.

Ia mengatakan kurang lebih 10 karyawan bernasib sama seperti dirinya.

"Sekitar sepuluh lebih, dari tukang sapu, pemangkas rumput dan penjaga wisata belum digaji," jelasnya.

Yakob sendiri memiliki tanggungan anak dan istri.

"Ini kebutuhan, Pak. Saya punya keluarga yang harus saya hidupi," terangnya.

Yakob juga bekerja serabutan. Namun tanpa gaji dari Pentadio Resort, ia kesulitan memenuhi kebutuhan harian keluarganya.

Ia mengaku pernah sama sekali tidak punya uang untuk membeli beras. Beruntung ia masih dibantu anaknya yang sudah berkeluarga.

"Alhamdulillah, saya masih dibantu oleh keluarga dan anak saya," beber Yakob.

Diceritakan Yakob, dirinya pernah menemui Nelson Pomalingo yang menjabat Bupati Gorontalo pada 2024.

Akan tetapi, pertemuan dirinya bersama rekan-rekan hanya berakhir janji manis.

Sebetulnya, Yakob tidak berani mengeluhkan apa yang ia rasakan. Karena ia khawatir akan langsung dikeluarkan.

"Saya ini cuma sampai SD, kalau cari kerja sekarang kan susah," tambahnya.

Saat ini Yakob bersama keluarga tinggal di dalam wisata Pentadio Resort.

Ia pun merasa terbantu dengan tempat tinggal tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Modus Judi Lomba Lari di Telaga Gorontalo Dibongkar Polisi, 3 Pemuda Terciduk

Respons Pemda

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris mengatakan bahwa tenaga kontrak di Pentadio Resort masih dalam proses outsourcing.

"Masih proses outsourcing ya," kata Abdul Waris kepada TribunGorontalo.com via WhatsApp, Rabu (5/3/2025).

Selain itu, ia menyebut perihal nasib tenaga kontrak ini juga terjadi di DLH Kabupaten Gorontalo.

"Kita sama-sama dengan DLH Kabupaten Gorontalo," tambahnya. 

Sebagai informasi, sebanyak 97 tenaga kerja honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo terpaksa dirumahkan.

Keputusan ini diambil karena mereka tidak terdaftar dalam database tenaga kerja yang diakui pemerintah.

Sebelumnya, total tenaga kerja di DLH Kabupaten Gorontalo berjumlah 131 orang.

Namun, hanya 34 pekerja yang masih dipertahankan karena sudah tercatat dalam database.

Dari jumlah tersebut, sembilan orang bekerja di bagian administrasi, sementara 23 lainnya bertugas di kebersihan dan pengangkutan sampah.

 

(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved