Selasa, 10 Maret 2026

Banjir Jakarta

Kronologi Lengkap Bocah 3 Tahun Jatuh dari Perahu Evakuasi di Tengah Arus Deras Banjir

Peristiwa tragis ini bermula ketika korban, Atar Malik, bersama keluarganya yang tinggal di Gang Perintis, RT 010/RW 010, Kelurahan Kebon Baru, dievak

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kronologi Lengkap Bocah 3 Tahun Jatuh dari Perahu Evakuasi di Tengah Arus Deras Banjir
TRIBUNNEWS
BANJIR JAKARTA - Sejumlah anak bermain saat banjir yang melanda kawasan Tanjung sanyang, cawang, Jakarta, Senin (3/3/2025). Berikut kronologi bocah berusia 3 tahun dilaporkan tenggelam terseret arus banjir di Jakartapada Selasa (4/3/2025) kemarin. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Musibah banjir kembali menelan korban seorang bocah berusia 3 tahun.

Bocah itu dilaporkan hilang setelah terseret arus deras saat proses evakuasi di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/3/2025).

Peristiwa tragis ini bermula ketika korban, Atar Malik, bersama keluarganya yang tinggal di Gang Perintis, RT 010/RW 010, Kelurahan Kebon Baru, dievakuasi.

Mereka sekeluarga diangkut keluar dari kediamannya menggunakan perahu karet. Sebab, kawasannya banjir yang merendam kawasan tersebut.

Baca juga: Terkini! Gempa Bumi Magnitudo 2,9 Terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara

Namun, saat perjalanan menuju tempat aman sekitar pukul 14.51 WIB, perahu yang mereka tumpangi tiba-tiba terbalik akibat derasnya arus banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa tiga orang terseret arus akibat insiden tersebut.

"Dua orang berhasil diselamatkan, namun satu anak bernama Atar Malik masih hilang dan dalam pencarian," ujar Isnawa dalam keterangannya pada Rabu (5/3/2025), dikutip dari Tribun Jakarta.

Upaya Pencarian Korban

Sejak kejadian itu, petugas gabungan dari berbagai instansi terus melakukan pencarian terhadap korban.

Tim yang dikerahkan terdiri dari unit Pencegahan dan Penanggulangan Bencana (P2B) BPBD.

Juga ada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta Satpol PP.

BPBD DKI Jakarta juga bekerja sama dengan aparat kepolisian dari Polsek Tebet dan personel dari Koramil untuk memperluas pencarian.

Baca juga: Hindari Taruh Tanaman Lidah Mertua di Area Rumah Ini, Bisa Mati

Terutama mengingat arus air yang deras dapat membawa korban ke lokasi yang lebih jauh.

Langkah Gubernur Jakarta dalam Menangani Banjir

Menanggapi insiden ini dan banjir yang melanda Jakarta, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan akan mengambil sejumlah langkah strategis guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah pembangunan sumur resapan.

Program ini bukan hal baru bagi Jakarta. Sebelumnya, pada era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, sumur resapan telah dibangun sebagai bagian dari upaya penanggulangan banjir.

Namun, Pramono menegaskan bahwa metode yang akan diterapkan kali ini berbeda.

"Untuk jangka panjang, pengerukan sungai akan dilakukan, sodetan dilanjutkan kembali, dan sumur resapan tidak lagi dibangun di jalan, melainkan di saluran-saluran air," jelas Pramono saat meninjau Pintu Air Manggarai, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/3/2025).

Selain itu, Pramono juga telah menginstruksikan BPBD DKI Jakarta untuk segera melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengurangi curah hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"BPBD telah melaporkan bahwa modifikasi cuaca akan segera dilakukan karena saat ini banjir yang terjadi di Jakarta hampir 90 persen berasal dari kiriman air dari hulu," ungkapnya.

Kampung Siaga Bencana Dihidupkan Kembali

Sebagai langkah tambahan dalam mitigasi bencana, Pramono juga berencana mengaktifkan kembali Kampung Siaga Bencana.

Program ini melibatkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana banjir.

"Kami sudah memutuskan untuk mengaktifkan kembali Kampung Siaga Bencana. Ini merupakan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta guna membantu warga yang terdampak banjir," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap Atar Malik masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Keluarga korban berharap anak mereka bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved