Rabu, 11 Maret 2026

Kultum Ramadan 2025

Kultum Ramadan, Moh Azwar Hairul: Tiga Hal yang Menguntungkan di Bulan Ramadan

Memasuki hari keempat Ramadan 1446 H, program Kurma (Kultum Ramadan) kembali menghadirkan kajian inspiratif. Kali ini, Moh. Azwar Hairul.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Kultum Ramadan, Moh Azwar Hairul: Tiga Hal yang Menguntungkan di Bulan Ramadan
Thumnail YouTube TribunGorontalo.com
KULTUM RAMADAN - Moh Azwar Hairul, Alumni Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo menyampaikan Kultumnya dengan judul 'Tiga hal yang menguntungkan di bulan Ramadan'. Foto (Thumnail YouTube TribunGorontalo.com). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Memasuki hari keempat Ramadan 1446 H, program Kurma (Kultum Ramadan) kembali menghadirkan kajian inspiratif.

Kali ini, Moh. Azwar Hairul, alumni Mahasiswa Ilmu Hadits IAIN Sultan Amai Gorontalo, menyampaikan kultum berjudul "Tiga Hal yang Menguntungkan di Bulan Ramadan".

Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadits IAIN Sultan Amai Gorontalo berkaloborasi dengan TribunGorontalo.com dalam menggarap pesan islami melalu Kultum Ramadan (Kurma).

Baca juga: Dibuka Pendaftaran Taruna Akademi TNI 2025, Terbuka bagi Lulusan SMA/MA, Simak Cara Daftarnya

Kultum Ramadan tayang setiap hari di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita.

Dalam kultumnya, Azwar membahas tiga hal yang bisa menjadi penyelamat dalam kehidupan manusia, terutama di bulan Ramadan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

أَمَّا الْمُنَجِّيَاتُ : فَتَقْوَى اللهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلانِيَةِ، وَالْقول بالحق فِي الرِّضَا والسخط، وَالْقَصْدُ فِي الْغِنَى وَالْفَقْر

"Ada tiga hal yang bisa menyelamatkan: (1) takwa kepada Allah dalam sepi maupun ramai, (2) berkata benar dalam kondisi ridha maupun marah, dan (3) bersikap sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin."

Takwa bukan hanya tentang ibadah yang terlihat oleh orang lain, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga ketaatannya saat tidak ada yang melihat. Azwar mengingatkan bahwa ketakwaan sejati terlihat saat seseorang berada dalam kesendirian.

Ia mencontohkan kisah Nabi Yusuf AS, yang tetap bertakwa meskipun diuji oleh godaan Zulaikha. Ini menunjukkan konsep muraqabatullah, yaitu kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap tindakan manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketakwaan dapat diwujudkan melalui:

Di tempat kerja, Menolak suap atau penyalahgunaan wewenang meskipun lingkungan sekitarnya tidak jujur.

Di pasar, Tidak mengurangi timbangan dalam jual beli meskipun ada kesempatan melakukannya.

Dalam kehidupan pribadi, Menjaga shalat tepat waktu meskipun tidak ada yang mengingatkan.

Azwar juga menekankan pentingnya berkata jujur dan adil, baik dalam keadaan marah maupun ketika berada dalam posisi menguntungkan. Dalam kehidupan modern, hal ini sering diuji, terutama di era media sosial.

Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Besok 5 Mar 2025 : Cinta, Kesehatan, Karir dan Keuangan

Ia mengingatkan hadits:

لَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ غَدًا

"Janganlah engkau berbicara dengan sesuatu yang engkau akan menyesal keesokannya."

Di media sosial, tidak menyebarkan hoax atau ujaran kebencian meskipun banyak yang melakukannya.

Di rumah tangga, saat terjadi konflik, tetap berbicara dengan jujur dan tidak melukai perasaan orang lain.

Azwar juga mengingatkan bahwa perkataan dapat dibagi menjadi empat kategori, dan hanya perkataan yang bermanfaat serta berdampak baik yang layak diucapkan.

Tak hanya itu, kesederhanaan adalah kunci kebahagiaan, baik bagi yang berkecukupan maupun yang kekurangan. Dalam kehidupan modern, banyak orang terjebak dalam gaya hidup konsumtif dan materialisme.

Baca juga: Persiapan Adat Moloopu Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango Capai 90 Persen, Digelar 6 Maret 2025

Baca juga: Hari Pertama Kerja, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Desak DLH Tangani Masalah Sampah

Di dunia konsumerisme, tidak tergoda untuk membeli barang mahal hanya demi status sosial.

Dalam kehidupan sehari-hari, tetap berbagi dan bersedekah meskipun tidak memiliki banyak harta.

Azwar menutup kultumnya dengan mengingatkan bahwa ketiga hal ini—takwa, berkata benar, dan hidup sederhana—adalah prinsip yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved