Ramadan Gorontalo
BREAKING NEWS: Warga Gorontalo Tumpah Ruah Padati Bundaran Saronde, Demi Tonton Koko'o Talumolo
Warga di Kota Gorontalo memadati Bundaran Saronde di tengah malam demi menonton langsung Koko'o Talumolo sambut Ramadan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/qegfethy56ju.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM,GORONTALO -- Warga di Kota Gorontalo memadati Bundaran Saronde, Sabtu (1/3/2025).
Ratusan warga ini tampak tengah menanti Koko'o Talumolo dimulai.
Koko'o atau ketuk sahur merupakan salah satu tradisi di Gorontalo untuk menyambut bulan Ramadan setiap tahunnya.
Markas Koko'o ini terletak di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Pemainnya pun didominasi oleh warga sekitar Talumolo.
Hal itulah yang mendasari nama tradisi Koko'o ini,
Koko'o ini jadi viral sebab hanya di Kota Gorontalo lah yang memulai tradisi ini dengan berjalanan keliling mengelilingi kota.
Seperti pada bulan Ramadan 2025 ini, ratusan warga bahkan rela menunggu berjam-jam demi melihat langsung kegiatan satu tahun sekali ini.
Pantauan TribunGorontalo.com, Sabtu (1/3/2025), ratusan warga yang didominasi anak muda ini mulai berdatangan di Bundaran Saronde, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo demi melihat langsung Koko'o.
Diketahui, Bundaran Saronde merupakan tempat dimulainya Tradisi Koko'o ini.
Arak-arakan Koko'o ini akan berjalan menuju ke Markas Koko'o
Tampak panitia dari Koko'o Talumolo ini menggunakan seragam hitam dengan tulisan "Koko'o Gorontalo".
Beberapa pun terlihat tengah membawa kentongan yang akan dipukul mengikuti alunan musik religi bersumber dari salon di mobil tronton.
Kegiatan ini digelar sejak pukul 01.00 Wita hingga berakhir di pukul 03.00 Wita.
Namun, antusias warga Gorontalo mulai terlihat sejak pukul 23.30 Wita, Jumat (28/2/2025).
Ada yang merapat di area Pertamina, berdiri di bahu jalan bahkan sampai ada yang berdiri di atas kendaraan demi mengabadikan kegiatan ini.
Tak hanya panitia, namun penonton Koko'o Talumolo ini didominasi oleh anak muda.
Macet tak bisa dihindari meskipun beberapa pihak kepolisian berada di tempat.
Banyaknya warga serta adanya mobil tronton menyita hampir seluruh badan jalan.
Beberapa pengendara pun terpaksa harus putar balik atau memilih jalan alternatif lain.
Koko'o Talumolo ini menjadi salah satu perhatian warga Kota Gorontalo karena kegiatannya dilakukan dengan meriah untuk menyambut bulan Ramadan.
Salah satu penonton Koko'o Talumolo, Aldi Abas mengungkapkan, tradisi ini telah dinantikannya dari jauh hari.
Tradisi yang ada hanya satu tahun sekali ini menyita seluruh perhatian Aldi.
"Koko'o ini sangat kami sukai, jadi kami sudah tidak sabar menanti kegiatan ini," ungkapnya dengan nada gembira.
Selain itu, Indah Puspita Djufri yang juga penonton Koko'o Talumolo mengatakan kegiatan ini harus dilakukan terus menerus.
Sebab menurutnya, Koko'o Talumolo ini sebagai bentuk semangat warga Gorontalo dalam menyongsong bulan suci Ramadan.
"Ini bentuk perasaan gembira kita sambut bulan suci Ramadan," jelasnya.
Sementara itu, penonton lainnya Hikma Hiola menilai Koko'o ini dibuat dengan sangat menarik.
Sehingga bisa mengundang atensi dari Warga Gorontalo untuk menonton.
"Pokonya seru, apalagi ada musik-musiknya jadi kami suka," ujarnya.
Hikma berharap tradisi ini dapat terus digelar di Awal Ramadan.
Selain itu, Koko'o ini juga harus dilestarikan kepada anak cucu agar tidak punah.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.