Berita Sepak Bola

Leao Kecewa, Milan Kalah Lagi! Apa yang Salah dengan Rossoneri?

"Saya masih percaya, tentu saja, karena masih banyak pertandingan tersisa dan Serie A kini semakin sulit dengan semua tim berpotensi kehilangan poin.

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Foto oleh Alessandro Sabattini
BOLOGNA, ITALIA – 27 FEBRUARI: Rafael Leao dari AC Milan dan Vincenzo Italiano, Pelatih Kepala Bologna, berinteraksi selama pertandingan Serie A antara Bologna dan AC Milan di Stadio Renato Dall'Ara pada 27 Februari 2025 di Bologna, Italia. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Rafael Leao mengisyaratkan rasa frustrasinya terhadap kekalahan AC Milan dari Bologna.

Apalagi, kekalahan itu terjadi dalam laga yang dianggapnya "aneh."

Pemain asal Portugal tersebut memperingatkan bahwa ia lebih baik tidak banyak bicara tentang insiden tersebut.

Hal itu agar tidak menimbulkan masalah, namun tetap optimis bahwa timnya bisa finis di posisi empat besar.

Beberapa pekan terakhir menjadi bencana bagi Rossoneri.

Setelah tersingkir dari babak play-off Liga Champions oleh Feyenoord, Milan kini terpuruk ke peringkat kedelapan di Serie A.

Dalam pertandingan pekan ke-9 yang dijadwal ulang di Stadio Dall’Ara, Leao sempat membawa Milan unggul setelah menerima flick dari Santiago Gimenez hasil umpan panjang Mike Maignan.

Namun, Bologna berhasil membalikkan keadaan melalui gol Santiago Castro dan Dan Ndoye, membuat Milan kalah 2-1.

Leao Kecewa dengan Kesalahan Milan

"Saya pikir kami sudah menguasai pertandingan. Target kami adalah menang dan naik di klasemen. Saya merasa kami yang bersalah atas kekalahan ini, tapi beginilah situasinya saat ini," ujar Leao kepada DAZN.

"Kami harus mengangkat kepala dan tetap bersatu. Ada laga besar melawan Lazio yang harus kami menangkan di kandang. Jelas, kami kecewa, terutama dengan cara aneh kami kebobolan dua gol. Lebih baik saya tidak banyak bicara soal itu, nanti malah menimbulkan masalah..."

Pernyataan Leao merujuk pada gol penyeimbang dari Castro.

Kondisinya bola lebih dulu memantul ke tangan Giovanni Fabbian sebelum menjadi assist untuk gol tersebut.

VAR menilai bahwa sentuhan tangan itu masih dalam posisi alami.

"Gol pertama cukup aneh, saya sudah melihat tayangan ulangnya," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved