Rabu, 11 Maret 2026

Berita Gorontalo

Warga Gorontalo Diimbau Tak Ikut-ikutan Tren Jalan Kaki ke Tanah Suci Makkah

Belakangan ini banyak berseliweran video yang memperlihatkan sejumlah warga Indonesia melakukan perjalanan ke tanah suci.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warga Gorontalo Diimbau Tak Ikut-ikutan Tren Jalan Kaki ke Tanah Suci Makkah
Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019
MAKKAH - Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019). JALAN KAKI - Kemenag Gorontalo minta warga tak latah ikut jalan kaki ke Makkah. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Gorontalo imbau masyarakat agar tidak mengikuti tren jalan kaki ke tanah suci, Mekkah, Arab Saudi.

Belakangan ini banyak berseliweran video yang memperlihatkan sejumlah warga Indonesia melakukan perjalanan ke tanah suci.

Bukan perjalanan via udara atau pesawat, tujuan ke tanah suci justru dilakukan dengan beberapa cara, seperti motor atau sepeda, jalan kaki.

Bahkan yang baru-baru ini viral, dua warga Banyuwangi yang niat ke Mekkah menggunakan perahu berbahan dasar galon air mineral.

Menyikapi fenomena ini, Safwan Yusuf Eki selaku Ketua Tim Bina Haji Reguler Kanwil Kemenag Gorontalo, tidak menyarankan warga mengikuti trend tersebut.

Perjalanan ke tanah suci menurut Safwan, dilakukan tidak hanya bermodalkan niat. 

Kesiapan fisik, administrasi dan akomodasi juga menjadi hal yang perlu untuk dipersiapkan dari awal. 

"Sebaiknya jangan, karena kita tidak bisa menjamin perlindungannya, keamanannya, keselamatan dan lain-lain," ujarnya, Rabu (26/2/2025).

Jika perjalanan itu diniatkan untuk ibadah haji, Safwan menjelaskan bahwa ibadah tersebut ada rukun yang harus dipenuhi. 

"Pemerintah Arab Saudi pun sangat ketat dengan pelaksanaan ibadah haji," imbuhnya. 

Ada beberapa tempat yang tidak bisa dimasuki secara sembarangan jika tidak memiliki kesiapan administrasi. 

Walaupun perjalanan itu hanya diniatkan ke tanah suci tanpa ibadah haji maupun umroh, Safwan tetap menyarankan untuk tidak melakukannya. 

Hal itu didasarkan pada kepastian keselamatan saat berada di sana. 

"Jika di sana sakit, siapa yang ngurus?," pungkasnya Safwan.

Sebelumnya sempat ada dua pemuda asal Gorontalo yang sukses "parkir sepeda" ke tanah suci tahun 2020. Keduanya adalah Andy Harvin dan Chairul Maatini. 

Namun mereka sejak awal sudah latihan fisik beberapa bulan sebelum melakukan perjalanan.

Tak hanya itu, mereka juga telah mengurus paspor dan visa untuk digunakan ketika memasuki sejumlah negara. 

Saat tiba di tanah suci, mereka tak bisa menunaikan ibadah haji karena tak memiliki visa haji. 

Akhirnya, keduanya hanya bisa melaksanakan ibadah umrah. (*/Jian) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved