Jumat, 6 Maret 2026

Gempa Bumi

Baru Saja Terjadi, Gempa Magnitudo 6.0 Terasa hingga Gorontalo, Ini Pusatnya

Gempa bumi baru saja terjadi pada Kamis, 26 Februari 2025, pukul 06:55:45 WITA. Pantauan TribunGorontalo.com, guncangan gempa terasa hingga Gorontalo

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Baru Saja Terjadi, Gempa Magnitudo 6.0 Terasa hingga Gorontalo, Ini Pusatnya
Tangkapan layar X/BMKG
GEMPA BUMI: Informasi titik koordinat gempa bumi yang baru saja terjadi, Kamis (26/2/2025). Gempa magnitudo 6.0 ini terjadi di kedalaman 10 km. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi baru saja terjadi pada Kamis, 26 Februari 2025, pukul 06:55:45 WITA.

Pantauan TribunGorontalo.com, guncangan gempa terasa hingga Provinsi Gorontalo.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 0.41° Lintang Utara, 124.83° Bujur Timur.

Secara detail, gempa bumi itu diinformasikan memiliki kedalaman di angka 10 kilometer.

Lokasi dan Wilayah Terdampak

Episenter gempa berada di laut, sekitar 45 km tenggara Desa Tutuyan.

Secara administratif, lokasi ini termasuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Gempa dengan kedalaman 10 km dikategorikan gempa dangkal.

Menurut para ahli, gempa dangkal cenderung menyebabkan kerusakan lebih signifikan dibandingkan gempa yang lebih dalam, meskipun dengan magnitudo yang sama, karena energi getarannya lebih dekat ke permukaan.

Namun, dalam kasus ini, dengan magnitudo 6.0, dampak yang ditimbulkan belum diinformasikan sehingga belum diketahui kerusakannya. 

Upaya Mitigasi

Meskipun gempa kali ini tidak menimbulkan kerusakan, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi gempa bumi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

Edukasi dan Sosialisasi: 

Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gempa bumi dan tindakan yang harus dilakukan saat gempa terjadi.

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa: Memastikan bangunan dirancang dan dibangun sesuai standar tahan gempa untuk meminimalkan potensi kerusakan

Pelatihan dan Simulasi: Mengadakan latihan evakuasi dan simulasi gempa secara berkala untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Pemantauan dan Informasi: Selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG atau otoritas terkait lainnya mengenai aktivitas seismik dan potensi gempa susulan

Dengan kesiapsiagaan dan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi di masa mendatang. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved